Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Ketua Fortanas Sulsel: Copot Sri Mulyani Beserta Kepala Kanwil DJP Sulselbartra dan Kepala Bea Cukai Makassar

×

Ketua Fortanas Sulsel: Copot Sri Mulyani Beserta Kepala Kanwil DJP Sulselbartra dan Kepala Bea Cukai Makassar

Sebarkan artikel ini
klikkiri.co
Dr. Ir. Natsar Desi., SP., M.SI
Example 325x300

Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah Forum Ketahanan Nasional (Fortanas) Sulawesi Selatan (Sulsel) Dr Natsar Desi bersikap keras mendesak Presiden RI Joko Widodo agar membenahi secara total Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Natsar Desi menyarankan kepada Presiden agar mengevaluasi dan memberi atensi khusus pada sektor pengelolaan pajak. Sebab isu yang mencuat terkait Kemenkeu dapat menjadi momok yang berbahaya bagi kepercayaan publik terhadap negara. 

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

“Kami satu sikap, meminta Bapak Presiden mencopot Sri Mulyani beserta Kepala Bea Cukai Kota Makassar dan Kepala Kanwil DJP Sulselbartra,” tegas pria yang akrab disapa Doktor Aloq ini. Selasa, 13 Maret 2023.

Doktor Aloq meminta otoritas terkait untuk segera memeriksa Kepala Kanwil DJP Sulselbartra dan Kepala Bea Cukai Kota Makassar.

“Harus diperiksa! Kami mencurigai dan menduga mereka telah berbuat zalim terhadap rakyat karena potongan pajak penghasilan dan PPN semakin tinggi, sementara mereka hidup mewah, hedon dan berfoya-foya, menumpuk kekayaan,” tutur Doktor Aloq dengan nada geram.

Transaksi mencurigakan

Satu per satu transaksi mencurigakan pejabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) diungkap ke publik. 

Tak tanggung-tanggung, transaksi mencurigakan pejabat di kementerian yang dipimpin Sri Mulyani ini mencapai Rp 300 triliun.

Hal itu disampaikan Menko Polhukam Mahfud Md saat berkunjung ke Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. 

Di sana, Mahfud membahas soal transaksi mencurigakan mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu Rafael Alun Trisambodo yang mencapai Rp 500 miliar.

Transaksi mencurigakan Rafael menurut Mahfud sudah mulai ditelisik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan, oleh KPK sudah mulai masuk ke penyelidikan.

“KPK sudah mulai menelisik satu-satu, kemudian saya juga sudah menyampaikan laporan lain di luar yang Rp 500 miliar,” ujar Mahfud di UGM Yogyakarta, dikutip dari Liputan6. Rabu (8/3/2023).

Kekayaan Fantastis Kepala Bea Cukai Makassar

Meskipun menjadi sorotan publik dan telah dipanggil oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kepala Kantor Bea Cukai Makassar Andhi Pramono, belum juga dicopot.

Andhi menjadi sorotan banyak pihak lantaran kekayaan yang dimilikinya sebagai pejabat Kemenkeu. 

Juga, gaya hidup yang sering dipamerkan keluarganya yang doyan berbelanja barang-barang mewah.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyoroti kekayaan Andhi Pramono. 

Bahkan, KPK dikabarkan akan memeriksa Andhi pada Selasa (14/3/2023) hari ini. (Rif/suedi)

 

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300