Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Menyoroti Buruknya Cara Aktor Pemilu Berkampanye

×

Menyoroti Buruknya Cara Aktor Pemilu Berkampanye

Sebarkan artikel ini
klikkiri.co
Baliho yang dipaku pohon terpantau di Jalan Inspeksi Kanal Pampang, Kecamatan Panakkukang, Makassar. (klikkiri.co)
Example 325x300

klikkiri.co – Baliho para bakal calon yang akan bertarung, baik pada pemilihan legislatif (pileg) maupun pilkada mulai ramai terpasang. Seperti yang terpantau di Jalan Inspeksi Kanal Pampang, Kecamatan Panakkukang, Makassar. 

Alat peraga tersebut dipasang berderet di berbagai titik, tak terkecuali pohon yang akan menjadi sasaran pemakuan untuk pemasangannya.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Diketahui, pemakuan pada pohon bisa menjadi pemicu daya tahan pohon berkurang sehingga rentan untuk tumbang, meski tidak secara langsung.

Kepala Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Sulsel A Hasbi Nur, menyarankan untuk para tim dari politisi melakukan pemasangan baliho pada pohon menggunakan alternatif lain selain pemakuan.

“Bisa diikat saja, jangan dipaku, karena pohon juga makhluk hidup. Pohon kalau dipaku masuk kuman, dan secara tidak langsung pohon itu bisa mati, meskipun tidak dalam waktu yang dekat,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Dia menyampaikan harapannya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat mengarahkan dalam euforia politik para caleg tak memaku pohon untuk memasang baliho.

Memaku benda di pohon dinyatakan melanggar UU RI no 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan juga diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum KPU No 15 tahun 2013.

Terpisah, hal ini juga direspons oleh pegiat lingkungan dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Selatan, Herli. Menurutnya, dampak pemakuan pohon secara kasat mata nyaris tidak ada. 

“Tapi dalam memandang makhluk hidup sebagai manusia kita tidak boleh egois. Bahwa jika pohon dipaku, pohon tidak merasakan rasa sakit. Pohon dan mahluk hidup lain sama seperti manusia memiliki emosi dan perasaan. Hanya terbatas pada cara pengungkapannya. Pandangan itu dalam ilmu ekologi disebut biosentrisme,” kata Herli. Rabu, 7 Juni 2023.

Ia menambahkan bahwa masyarakat harus mempertimbangkan cara aktor pemilu melakukan kampanye. Jika momentum kampanye saja para bakal calon berbuat semaunya terhadap sesama makhluk hidup.

“Sehingga bisa dibayangkan kurangnya perhatian mereka terhadap sesama makhluk hidup jika sudah terpilih,” tuturnya.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300