Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Politik

Legislator Gerindra Minta Wali Kota Copot Dirut PD Pasar Makassar Raya!

×

Legislator Gerindra Minta Wali Kota Copot Dirut PD Pasar Makassar Raya!

Sebarkan artikel ini
klikkiri.co
Komisi B DPRD Kota Makassar telah melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) Triwulan II 2023 untuk Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya.
Example 325x300

klikkiri.co – PD Pasar Makassar raya terus merugi, hal memicu polemik di Pemerintah Kota Makassar. Bahkan memantik perhatian publik.

Respons Publik

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Pemerhati dan kebijakan publik Dirga Saputra kembali mengkritisi kinerja PD Pasar Makassar Raya yang lagi-lagi merugi di enam bulan berturut-turut di tahun 2023.

“Perumda dibuat oleh Wali Kota tentu dengan harapan dapat menghasilkan PAD tambahan oleh Pemerintah Kota Makassar, seyogyanya menghasilkan dividen bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham, kita tentunya mengharapkan perusahaan tersebut mengalami keuntungan (laba) yang besar,” tuturnya.

Kerugian ini dianggap sudah tidak wajar lagi dalam suatu perusahaan daerah, sehingga wali Kota diminta harus tegas.

“Ini bukan persoalan yang perlu ditoleransi ini sudah bahaya jika melakukan pembiaran dalam perusahaan PD Pasar Makassar Raya milik Pemerintah ini sudah tidak sehat,” tuturnya.

“Kami berharap wali kota bisa segera bersikap dan mengambil keputusan yang tepat dengan keadaan perusahaan PD Pasar Makassar Raya yang terus merugi, karena Dirut Pasar sudah tidak becus,” ujarnya.

Tanggapan Komisi B

Selain itu, Komisi B DPRD Kota Makassar telah melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) Triwulan II 2023 untuk Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya.

Hasilnya, selama periode hingga Juni mengalami kerugian sekira Rp700 juta atau tepatnya Rp730.494.062. Rinciannya, Triwulan I kerugian sebesar Rp260.984.890. Triwulan II kerugian sebesar Rp469.509.560.

Ketua Komisi B DPRD Makassar Erick Horas membenarkan hal tersebut. Kata dia, data itu berdasarkan hasil monev triwulan II 2023. Di mana, Direksi PD Makassar selama menjabat hanya mengalami kerugian keuangan hingga Rp700 juta.

“Hasil monev ini membuktikan mereka tidak mampu bekerja. Kita minta dirutnya diganti karena dia yang bertanggung jawab. Daripada dibiarkan begini terus mending diganti,” tegas Erick Horas, saat ditemui usai rapat Monev Triwulan II 2023 di Ruang Komisi B DPRD Makassar, Sabtu (15/7).

Terpisah, Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar Budi Hastuti mengatakan, hasil monev ini menjadi penegasan kinerja suatu instansi atau perusda Kota Makassar. Ia tak habis pikir PD Makassar Raya mengalami kerugian sementara banyak titik-titik pasar yang menjadi sumber pendapat.

“Saya kira ini hal aneh, kenapa merugi dari Januari sampai Juni 2023. Mereka apa kerjanya,” ungkap Budi Hastuti.

Politisi Fraksi Gerindra ini mengatakan, salah satu kendala yang disebutkan jajaran direksi tak masuk akal terkait adanya beban anggaran dalam pembangunan Blok B Pasar Sentral. Sebab, proyek itu hasil dari kontribusi pedagang untuk membangun lapak.

“Banyak pasar bisa di Makassar tapi kenapa merugi terus. Apakah dia kerja,” ucapnya.

Diketahui, berdasarkan laporan keuangan neraca Triwulan II 2023 pendapatan PD Pasar Makassar Raya mencapai Rp4.035.380.696. Sementara biaya yang harus dikeluarkan total Rp4.504.890.257. Artinya ada kerugian Rp469.509.561. Data itu bahkan telah diteliti Konsultan Keuangan Perumda Pasar Prof Asri Usman. (*)

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300