Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Narasi

Tahun Baru Islam 1445 H Sebagai Spirit Merawat Kebhinekaan 

×

Tahun Baru Islam 1445 H Sebagai Spirit Merawat Kebhinekaan 

Sebarkan artikel ini
Example 325x300

klikkiri.co, Opini – Peristiwa hijrahnya nabi Muhammad Saw dari Mekkah ke Madinah tak sekadar pindahnya seorang individu maupun kelompok ke tempat lain, namun terlepas dari itu hijrahnya nabi Muhammad SAW memiliki dimensi penjabaran yang lebih luas. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa hijrah secara singkat disebut pindah atau berubah.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Hijrah merupakan perpindahan nabi Muhammad saw bersama sebagian pengikutnya dari Mekkah ke Madinah untuk menyelamatkan diri dan sebagainya dari tekanan kaum kafir Quraisy. Bermakna juga Hijrah adalah perubahan (Sikap, tingkah laku, dan sebagainya) kearah yang lebih baik.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Sebab hijrahnya Nabi Muhammad saw

Tekanan demi tekanan didapatkan nabi Muhammad saw dari kaum kafir Quraisy ketika menegakkan ajaran Islam. Sehingga salah satu cara yang dilakukan nabi kala itu ialah hijrah ke Madinah. Dilansir dari beberapa sumber, pada tahun 620 M Nabi Muhammad SAW bertemu enam orang Yastrib (Madinah) dari Kabilah Khazraj yang berziarah ke Mekah.

Dalam pertemuan tersebut, Nabi Muhammad SAW mengajak mereka untuk masuk Islam. Mereka menyambut dengan baik ajakan itu dan menyatakan masuk Islam. Mereka pula yang memberitahukan tentang Islam kepada masyarakat Yatsrib (Madinah) lainnya. Pada tahun 621 M, seorang muslim Yatsrib beserta 6 orang teman yang lain sebagai utusan Kabilah Khazraj dan Aus mendatangi Nabi Muhammad SAW.

Keenam orang tersebut masuk Islam dan melakukan perjanjian di tempat yang bernama Aqabah. Isi perjanjiannya: “Kami tidak akan mempersatukan Allah SWT dengan sesuatu yang lain. Kami tidak akan mencuri, berzina, dan membunuh anak-anak. Kami tidak akan saling memfitnah dan kami tidak akan mendurhakai Nabi Muhammad SAW. Isi perjanjian sama dengan yang sebelumnya, tetapi jumlah peserta yang memeluk agama Islam semakin banyak.

Dalam dua kali perjanjian yang terjadi, Nabi Muhammad SAW mendapatkan kesan bahwa Islam telah siap berkembang pesat di Yatsrib. Sehingga nabi pun memerintahkan sahabatnya yang lain untuk kemudian hijrah sembunyi-sembunyi ke Madinah. Sedangkan Nabi SAW dan beberapa sahabatnya masih tinggal di Mekah bersama Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib. Nabi SAW menunggu turunnya ayat dari Allah untuk pergi hijrah.

Dan rencana hijrah Rasulullah SAW diketahui oleh kaum kafir Quraisy sehingga berbagai metode pun ia lakukan untuk menggagalkan rencana tersebut. Singkat penulis, ketika nabi Muhammad SAW di Madinah salah satu yang dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah membangun masjid.

Dan masjid yang dibangun oleh nabi Muhammad SAW tersebut tak hanya menjadi tempat ibadah semata, namun lebih dari itu berbagai kegiatan dilakukan salah satunya adalah sebagai tempat mempersatukan umat muslim, mengkaji ilmu agama.

Di tahun baru 1445 hijriah kali ini penulis mencoba merefleksikan pesan-pesan hijrah Rasulullah SAW. Bahwa hijrah tak semata-mata berpindah tempat. Namun jauh dari itu, nabi Muhammad SAW bukanlah yang pertama kali melakukan hijrah, misalnya kita membaca literatur hari ini. Nabi-nabi sebelum Muhammad SAW mereka juga hijrah namun tidak sama persis jalan cerita yang dilakukan Muhammad SAW kala itu.

Seperti hijrah yang dilakukan nabi Ibrahim as sebagai utusan Allah hadir untuk meluruskan ajaran mereka dari menyembah berhala, berpindah untuk menyembah Allah SWT nabi Ibrahim memusnahkan semua berhala yang dijadikan sebagai Tuhan.

Melihat berbagai fenomena yang terjadi di negara kita hari ini, katakanlah misalnya kasus korupsi yang kemudian kian melebarkan sayap belum lagi ketimpangan sosial yang lainnya. Maka dengan berani sebagai masyarakat kita mesti hijrah menuju Indonesia yang berbeda; yang lebih baik.

Dan untuk mencapai suatu tatanan sosial yang lebih baik, kita membutuhkan suatu bentuk persatuan. Kita tahu bahwa Indonesia sejak dahulu selain memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Juga memiliki keunikan yang lain, yaitu bersatu merawat kebhinekaan atau perbedaan.

Misalnya yang terjadi di masa lampau, ketika penjajahan masih menjadi momok ketakutan bagi seluruh masyarakat Indonesia pada saat itu, akan tetapi karena persatuan yang tanpa memandang suku, budaya, ras. Masyarakat bersatu dan berhasil merebut kembali Indonesia kita. Masyarakat kala itu benar-benar dengan satu ‘Indonesia’. Maka sudah menjadi kewajiban kita hari sebagai generasi penerus bangsa untuk merawat kebhinekaan menuju Indonesia yang berbeda; maju!

Penulis: Suedi

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300