Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Soal Kasus Kredit 7 Miliar PT Karunia Indojaya: Diduga Ada Permainan Mafia dalam Bank Sulselbar

×

Soal Kasus Kredit 7 Miliar PT Karunia Indojaya: Diduga Ada Permainan Mafia dalam Bank Sulselbar

Sebarkan artikel ini
klikkiri.co
Aliansi Pemuda Penegak Keadilan (APPK) menggelar aksi unjuk rasa di depan Bank Sulselbar di Jalan DR Ratulangi, Kota Makassar. Jumat, 1 Maret 2024.
Example 325x300

klikkiri.co – Puluhan massa dari Aliansi Pemuda Penegak Keadilan (APPK) menuntut Bank Sulselbar mengambil kebijakan terhadap PT Karunia Indojaya (KI) yang merugikan banyak pihak.

Pasalnya, PT Karunia Indojaya telah mengganti jajaran direktur yang seharusnya tidak dilakukan di saat proses kredit berlangsung.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Jenderal lapangan Sahar dalam orasinya mengatakan, Bank Sulselbar seakan diam atas apa yang dilakukan oleh PT Karunia Indojaya.

“PT Karunia Indojaya telah mengganti jajaran direkturnya padahal sudah diatur jika hal itu tidak boleh dilakukan berdasarkan SP3 namun Bank Sulselbar hanya diam melihat itu,” kata Sahar dalam orasinya saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Bank Sulselbar di Jalan DR Ratulangi, Kota Makassar. Jumat, (1/3).

Lanjut Sahar, dalam perjanjian SP3, perusahaan tidak boleh mengganti direktur atau mengubah struktur selama proses kredit berlangsung.

Namun justru, kata Sahar, pihak Bank Sulselbar seakan membiarkan apa yang dilakukan oleh PT Karunia Indojaya yang merugikan masyarakat.

“Yang mengherankan karena PT Karunia Indojaya sudah mengambil kredit 7 miliar kemudian komisarisnya membantah bahwa tidak pernah melakukan itu dan Bank Sulselbar tidak mengambil tindakan, masa iya dibiarkan begitu? atau ada mafia yang bermain?,” tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima.

“Bahkan sudah jelas juga bahwa tidak boleh ada penggantian struktur atau jajaran direktur selama proses kredit berlangsung tapi ini kok ada dan justru pihak Bank ingin berdamai dengan PT Karunia Indojaya padahal jelas melanggar aturan dan etik,” jelasnya.

Sahar pun menduga ada oknum yang bermain atau bergaya mafia di dalam tubuh Bank Sulselbar sehingga seakan diam melihat kejadian ini.

“Dugaan kita ada oknum yang bermain, apa kalian tegah melihat masyarakat di Palopo sana yang sudah DP rumah untuk keluarganya tapi sampai sekarang belum ada kejelasan karena ulah segelintir oran,” tuturnya.

“Jangan sampai Bank Sulselbar dan PT Karunia Indojaya telah bekerja sama atau melakukan kongkalikong untuk menutup kejadian ini,” pungkas dia.

Sementara itu, Humas Bank Sulselbar menyampaikan bahwa pada hakikatnya pendemo itu salah alamat demonya ke Bank Sulselbar karena mengatasnamakan user developer dan sub-kon developer PT KI.

“PT KI betul telah jadi nasabah kami dalam upaya pembangunan rumah komersil di mana di tengah jalan para perseroannya terjadi perubahan pengurus,” ujarnya.

Akibatnya para user yang telah terlanjur menyetor DP ke rekening developer menanti penyelesaian pembangunan rumah, begitu pula para sub kon PT KI.

“Sebagai info, para calon user tidak ada yg menjadi nasabah KPR kami,” ujarnya.

Saat ini, Bank Sulselbar tengah melakukan upaya pelelangan aset lahan oleh tim lelang dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan berwenang di Kota Palopo agar dapat segera mengeksekusi jaminan dan menjadi win-win solution bagi semua pihak. (***)

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300