Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

ASA Rangkul Ratusan Masyarakat Bawah di Makassar Ikut Lomba Pemahaman Al-Qur’an

×

ASA Rangkul Ratusan Masyarakat Bawah di Makassar Ikut Lomba Pemahaman Al-Qur’an

Sebarkan artikel ini
Example 325x300

klikkiri.co – Al-Qur’an dengan segala isinya tak boleh dibiarkan hanya dimiliki dan dipahami kalangan Islam tertentu seperti kiai, ustad dan mereka yang berpendidikan tinggi.

Lebih dari itu, juga harus dimiliki dan dipahami kalangan Islam lain yang berkategori grassroot seperti sopir pete-pete, daeng Bentor, juru parkir dan tukang ojek online (ojol).

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Peserta yang hadir.

Demikian disampaikan mantan bupati Sinjai periode 2018-2023, Andi Seto Asapa kepada pers usai membuka acara “Lomba Cerdas Cermat Pemahaman Al-Qur’an antar Masyarakat” di Kota Makassar, Jumat (5/4).

Kegiatan yang digagas pria kelahiran Makassar yang juga Ketua PD Tidar Provinsi

Sulsel ini diikuti sejumlah kelompok masyarakat bawah. Mereka adalah sopir pete-pete, ojek online (ojol), daeng Bentor dan juru parkir.

“Saya ingin memberi pesan kepada publik, bahwa Al-Qur’an sebagai kita suci umat Islam tak boleh dibiarkan terasing buat kalangan tertentu, karena seolah-olah hanya milik kiai, ustad dan kalangan berpendidikan tinggi. Padahal, mereka yang selama ini mungkin sering direndahkan, juga berhak tahu dan paham Al-Qur’an,” katanya.

Karena itulah, lanjut Andi Seto, dirinya sengaja mengambil inisiatif mengadakan lomba tersebut dengan mengundang mereka yang selama ini sering disebut masyarakat grassroot sebagai pesertanya.

Menurut Andi Seto, jika lomba ini diikuti kalangan terpelajar seperti mahasiswa atau bahkan santri, itu biasa.

Mereka wajar mampu memahami Al-Qur’an karena pendidikannya yang tinggi. Menjadi luar biasa, pada saat kelompok tertentu yang sering direndahkan itu ternyata mampu memahami isi Al-Qur’an.

Andi Seto mencontohkan saat lomba berlangsung, baik pada sesi pertanyaan kepada setiap kelompok, maupun pada sesi pertanyaan rebutan.

Meski ada juga beberapa pertanyaan yang tak bisa mereka jawab, tapi sebagian besar pertanyaan bisa mereka jawab dengan benar.

“Tadi kan jelas, mereka yang selama ini kita anggap tak mengerti Al-Qur’an, ternyata sangat paham. Karena itu, jangan selalu menilai orang dari tampilan lahir dan latar belakang pekerjaan. Dan bukankah ajaran Islam juga mengajari hal itu,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang peserta lomba, Daeng ksan mengaku sangat sengat bisa mengikuti lomba tersebut.

“Ini pengalaman pertama saya bisa ikut lomba. Saya sangat berterimakasih kepada Pak Andi Seto Asapa yang telah mengambil inisiatif mengadakan lomba ini,” katanya. (***)

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300