Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Politik

Akademisi Unhas dan UIN Alauddin Sebut Program INIMI Adalah Keberlanjutan Danny Pomanto

×

Akademisi Unhas dan UIN Alauddin Sebut Program INIMI Adalah Keberlanjutan Danny Pomanto

Sebarkan artikel ini
Komunitas Jurnalis Politik (KJP) kembali menggelar diskusi politik menyoroti perhelatan Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2024, Jumat (1/10/2024) di Kopi Dg Sija Mapala.
Example 325x300

klikkiri.co – Komunitas Jurnalis Politik (KJP) kembali menggelar diskusi politik menyoroti perhelatan Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2024, Jumat (1/10/2024) di Kopi Dg Sija Mapala.

KJP mengangkat tema ‘Membedah Program dan Keberpihakan Calon Pemimpin Makassar’ yang mengahdirkan dua pengamat politik asal Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr. Ali Armunanto dan UIN Alauddin, kandidat Doktor Febrianto Syam sebagai narasumber.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Ali Armunanto mengatakan bahwa peluang Indira Yusuf Ismail – Ilham Ari Fauzi (INIMI) memang sangat terbuka.

Apalagi INIMI menyuguhkan program-program yang aktual dan dibutuhkan oleh masyarakat Kota Makassar.

“INIMI dalam programnya berupaya menciptakan ekosistem ekonomi masyarakat yang merata,” ujarnya.

Apalagi INIMI menyuguhkan program-program yang aktual dan dibutuhkan oleh masyarakat Kota Makassar.

“INIMI dalam programnya berupaya menciptakan ekosistem ekonomi masyarakat yang merata,” ujarnya.

Apalagi, kata Ali, Program INIMI banyak berjejaring dengan program Wali Kota Makassar, Danny Pomanto.

Banyak program yang dimiliki Danny Pomanto untuk mendukung Kota Makassar yang aman dan nyaman.

“Misalnya Batalyon 120 yang muncul itu mengurangi kejahatan di jalanan,” ujar Ali.

Kemudian ada program ‘Makassar Tidak Rantasa’ (MTR)’.

“Kelihatannya memang, program INIMI sangat dekat dengan program wali kota sebelumnya, di mana program INIMI lebih singkat namun lebih kompleks,” tambah Ali.

Namun memang, kata Ali, konsepnya harus lebih dibumikan misalnya dengan menggunakan bahasa yang lebih mudah dimengerti oleh masyarakat.

Ali Armunanto menyampaikan kalau semua pasangan Calon Wakil Kota Makassar memiliki niat program atau visi misinya dianggap berpihak kepada masyarakat.

“Pada konteks ini semua kandidat mau dianggap programnya berpihak,” kata Ali.

Namun keberpihakan dari visi misi bisa dinilai saat semua paslon mampu menyederhanakan bahasanya dan mampu menjelaskan metodologi untuk programnya kepada masyarakat.

Pasalnya dari empat Paslon Wali Kota saat debat kandidat, kata Ali, mestinya dapat membumikan istilah dari semua visi misi yang diprogramkan agar bisa dicerna oleh masyarakat.

“Yang berbeda adalah bagaimana mengimplementasikan program di masyarakat. Yang menarik kemudian adalah bagaimana ketika proses debat mereka lebih membumikan untuk lebih mudah dicerna oleh masyarakat. Tentu konsep yang bagus adalah konsep yang gampang dipahami orang,” ujar Ali.

Tak hanya itu, Ali menilai banyak program dari setiap paslon menggunakan bahasa keren dan tidak masuk akal yang tidak jelas sasaran targetnya untuk diaplikasikan.

“Sering kita pikir programnya keren, namun pada saat kita bawah ke masyarakat sering tidak memahami,” ujarnya.

“Konsep yang bagus adalah menggunakan strategi yang masuk akal atau bisa diterima general oleh masyarakat. Sehingga butuh dijelaskan lebih jauh ini program, siapa yg menjadi sasaran dan siapa menjadi target,” lanjut Dosen Unhas Ali Armunanto.

Febrianto Syam melanjutkan bahwa benar adanya kalau masyarakat membutuhkan penjelasan dari paslon yang lebih sederhana. Sehingga masyarakat mempunyai tolak ukur untuk menilai dalam pengaplikasian program setiap paslon.

“Dari semua program, semua golongan masyarakat ingin bahasa sederhana. Agar masyarakat bisa mencerna lebih cepat apasih yang menjadi point di program para kandidat ini,” kata kandidat Doktor Universitas Gajah Mada, Febrianto.

Misalnya kata Febrianto, jika para paslon ingin menyasar pertumbuhan ekonomi dapat tumbuh dengan baik.

“Sehingga programnya juga bisa aplikatif, kalau menyasar sektor ekonomi, bisa tumbuh dengan baik,” lanjut Febrianto.

Diketahui, Munafri-Aliyah (MULIA), Andi Seto-Rezki (SEHATI), Indira-Ilham (INIMI) dan Amri-Rahman (AMAN) telah memaparkan visi dan misinya saat Debat pertama Paslon Wali Kota Makassar pada Sabtu 26 Oktober 2024 lalu.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300