Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Spanduk Raksasa “Copot Kakanwil dan Kepala Bea Cukai Makassar” Terbentang di Fly Over

×

Spanduk Raksasa “Copot Kakanwil dan Kepala Bea Cukai Makassar” Terbentang di Fly Over

Sebarkan artikel ini
Spanduk terbentang di Flyover Makassar.
Example 325x300

klikkiri.co – Sebuah spanduk raksasa dengan pesan keras terpampang mencolok di Flyover Urip Sumoharjo, Makassar. Dalam spanduk itu, Lembaga Studi Hukum dan Advokasi Rakyat (LASKAR) Sulawesi Selatan menyampaikan tuntutan tegas:

“Copot Kakanwil dan Kepala Cabang Bea Cukai Makassar. Bu Menteri, Bapak Dirjen jangan cuci tangan, Bea Cukai kotor di bawahmu!”

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Aksi ini merupakan bentuk perlawanan terbuka terhadap dugaan praktik mafia di lingkungan Bea Cukai Makassar dan Kanwil Sulsel. Menariknya, pada latar spanduk terpampang bukti berupa resi pengiriman yang mengarah langsung pada nama-nama pejabat yang diduga terlibat dalam praktik ilegal tersebut.

Ketua Harian LASKAR Sulsel, Ilyas Maulana, S.H., menyebut pemasangan spanduk ini merupakan langkah awal dalam upaya membongkar dugaan pemufakatan jahat yang melibatkan oknum pejabat Bea Cukai dengan pengusaha impor ilegal.

“Kami temukan adanya dugaan pemufakatan jahat yang nyata. Pengusaha cakar (pakaian bekas impor) berkolusi dengan aparat Bea Cukai. Dalam kasus tiga kontainer pakaian impor yang disita, nilai transaksinya menembus Rp1 miliar,” ungkap Ilyas.

Ia menilai praktik ini bukan sekadar maladministrasi, melainkan bentuk kejahatan terorganisir yang menjadikan institusi Bea Cukai sebagai sarang mafia. Pejabat yang seharusnya menjaga integritas justru diduga ikut dalam skema pemerasan terhadap pelaku usaha.

“Kalau Sri Mulyani dan Dirjen Bea Cukai tidak segera bertindak, publik akan menilai mereka ikut melindungi mafia di bawahnya. Ini bukan hanya soal moral, ini soal keberpihakan negara kepada rakyat,” tambahnya.

Ilyas juga mengingatkan bahwa Bea Cukai adalah ujung tombak penerimaan negara. Jika institusi ini dikotori oleh praktik busuk, maka rakyatlah yang menjadi korban.

“Bea Cukai itu benteng penerimaan negara. Tapi kalau dijadikan alat pemufakatan jahat, itu sama saja mengkhianati bangsa. Pejabat yang bermain harus dicopot! Jangan tunggu rakyat turun ke jalan,” tegasnya.

LASKAR Sulsel mendesak Menteri Keuangan dan Dirjen Bea Cukai untuk segera mencopot Kakanwil dan Kepala Bea Cukai Makassar, serta membuka investigasi menyeluruh yang melibatkan aparat penegak hukum independen.

“Jika tuntutan ini diabaikan, kami siap memperluas gerakan. Kami tidak akan berhenti sampai jaringan mafia ini terbongkar tuntas,” tutup Ilyas Maulana.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi kepada pihak terkait. [*]

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300