Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Satgas Drainase PU Kota Makassar Tindaklanjuti Aduan Warga melalui Lontara+

×

Satgas Drainase PU Kota Makassar Tindaklanjuti Aduan Warga melalui Lontara+

Sebarkan artikel ini
Screenshot
Example 325x300

klikkiri.co – Menindaklanjuti aduan masyarakat yang disampaikan melalui kanal pengaduan Lontara+, Satuan Tugas (Satgas) Drainase Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar melakukan penanganan berupa normalisasi saluran drainase di Jalan Hertasning 9 Blok E17.

Aduan tersebut dilaporkan akibat terjadinya penyumbatan pada saluran drainase yang kerap memicu genangan hingga banjir saat intensitas hujan meningkat.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, penyumbatan saluran drainase disebabkan oleh endapan sedimen dan material yang menghambat aliran air. Kondisi ini berdampak langsung pada lingkungan sekitar, mengganggu aktivitas warga, serta berpotensi menimbulkan masalah lingkungan apabila tidak segera ditangani.

Sebagai tindak lanjut, Satgas Drainase PU Kota Makassar melaksanakan kegiatan normalisasi drainase dengan membersihkan dan mengangkat material penyumbat guna mengembalikan fungsi saluran air secara optimal.

Langkah ini diharapkan dapat memperlancar aliran air dan meminimalisir risiko banjir di kawasan tersebut.

Aduan masyarakat ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Makassar dan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan, mekanisme, serta skala prioritas penanganan yang berlaku. Setiap laporan yang masuk melalui Lontara+ menjadi dasar evaluasi dan penanganan infrastruktur secara bertahap dan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Makassar menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan laporan melalui Lontara+. Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam mendukung upaya perbaikan dan peningkatan kualitas infrastruktur kota demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari risiko banjir.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300