Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Narasi

Aktivis HMI Ini Kritik Pengadaan Motor Listrik untuk MBG: Pemborosan!

×

Aktivis HMI Ini Kritik Pengadaan Motor Listrik untuk MBG: Pemborosan!

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisariat HMI Hukum UMI, Syarif.
Example 325x300

klikkiri.co — Ketua HMI Komisariat Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI), Syarif, melontarkan kritik terhadap rencana penggunaan kendaraan listrik dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul beredarnya video viral yang menampilkan ribuan unit motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN).

Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat sejumlah kendaraan dalam kondisi baru, masih terbungkus plastik, dengan warna biru muda khas BGN. Kendaraan tersebut disebut-sebut akan digunakan sebagai sarana operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Syarif menilai, rencana tersebut berpotensi menimbulkan polemik di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi berbagai tekanan.

“Kami melihat ada persoalan sensitivitas kebijakan. Di saat masyarakat masih berjuang dengan berbagai kesulitan ekonomi, pengadaan dalam skala besar seperti ini perlu dipertanyakan urgensinya, karena ini pemborosan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa program MBG sebagai upaya pemenuhan gizi merupakan langkah yang patut diapresiasi. Namun, menurutnya, instrumen pendukung seperti pengadaan kendaraan harus benar-benar didasarkan pada kebutuhan riil dan perhitungan yang matang.

“Jangan sampai program yang substansinya baik justru dibayangi oleh kebijakan pendukung yang berpotensi menimbulkan persepsi pemborosan anggaran,” lanjutnya.

Syarif juga menyoroti pentingnya transparansi dalam proses pengadaan, termasuk keterbukaan terkait spesifikasi, jumlah unit, hingga dasar perencanaan penggunaan kendaraan tersebut.

Menurutnya, tanpa penjelasan yang memadai, kebijakan tersebut dapat memicu ketidakpercayaan publik.

“Publik berhak tahu: berapa anggarannya, apa urgensinya, dan apakah ini benar-benar menjadi prioritas dibanding kebutuhan lain yang lebih mendesak,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengakui bahwa penggunaan kendaraan listrik merupakan bagian dari agenda transisi energi nasional. Namun, ia menilai implementasinya harus dilakukan secara bertahap dan kontekstual.

“Transisi energi penting, tetapi tidak bisa dipaksakan tanpa mempertimbangkan kesiapan dan skala prioritas. Jangan sampai kebijakan terlihat progresif di atas kertas, tetapi tidak tepat sasaran di lapangan,” tambahnya.

Berdasarkan visual yang beredar, motor listrik tersebut memiliki desain bergaya trail dengan tulisan “Emmo” pada bodi kendaraan. Sejumlah pihak menduga model tersebut merupakan varian Emmo JVX GT, meski belum ada konfirmasi resmi.

Berikut versi **naskah rilis terpisah, singkat, rapi, dan layak media**:

Sementara Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa pengadaan sepeda motor listrik untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilakukan dengan harga di bawah pasar.

“Harga pasaran sekitar Rp52 juta, sementara pengadaan kami berada di kisaran Rp42 juta,” ujar Dadan kepada wartawan dikutip dari BBC di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4).

Ia menjelaskan, dari target awal sebanyak 24.400 unit, pihaknya saat ini merealisasikan sekitar 21.800 unit kendaraan.

Menurutnya, pengadaan tersebut telah masuk dalam anggaran tahun 2025 dan tidak akan dianggarkan kembali pada tahun 2026.

Dadan menambahkan, motor listrik tersebut akan difokuskan untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di wilayah dengan akses yang sulit. (*)

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300