Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Pemadaman Bergilir di Tengah Surplus Listrik, Andi Muzakkir Tagih Progres Perbaikan PLN

×

Pemadaman Bergilir di Tengah Surplus Listrik, Andi Muzakkir Tagih Progres Perbaikan PLN

Sebarkan artikel ini
Example 325x300

klikkiri.co — Persoalan pemadaman listrik bergilir di Sulawesi Selatan mendapat sorotan dari Anggota Komisi XII DPR RI, Andi Muzakkir Aqil.

Komisi XII DPR RI membidangi sektor energi, sumber daya mineral (ESDM), lingkungan hidup, dan investasi

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Andi Muzakkir meminta persoalan tersebut segera dituntaskan dan tidak berhenti pada pemberian tenggat waktu perbaikan.

Hal itu disampaikan Muzakkir Aqil saat kunjungan kerja Komisi XII DPR RI di Sulawesi Selatan, Kota Makassar, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, kondisi pemadaman bergilir cukup mengherankan lantaran Sulawesi Selatan disebut memiliki kapasitas listrik yang sebenarnya mencukupi kebutuhan.

“Kalau persoalan itu sebenarnya, di Sulawesi Selatan ini kita sudah melebihi kapasitas,” katanya kepada Tribun-TImur.com saat ditemui di Novotel Hotel.

Ia mengaku, cadangan listrik di Sulsel berada di kisaran 900 MW, sementara kebutuhan listrik yang ada disebut sekitar 13.000 MW dan telah terpenuhi.

Karena itu, ia mengaku sempat terkejut ketika mengetahui masih terjadi pemadaman bergilir di sejumlah wilayah.

“Saya juga awal mengetahui persoalan ini kaget. Sehingga setelah mendapatkan beberapa penjelasan, memang ada beberapa kendala,” ungkapnya.

Politisi Demokrat itu menyebut salah satu kendala berasal dari pembangkit yang mengalami kerusakan di kawasan Jeneponto dan perlu segera diperbaiki.

Selain itu, terdapat sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang mengalami kendala akibat kekeringan dan berkurangnya debit air.

Menurutnya, dua persoalan tersebut perlu segera dicarikan solusi agar sistem kelistrikan kembali normal.

“Apakah dari persoalan debit airnya yang kurang, itu bagaimana solusinya, ataupun instalasi yang rusak di daerah Jeneponto itu harus diperbaiki secara secepat-cepatnya,” ujarnya.

Dalam pembahasan bersama PLN terkait pemadaman bergilir tersebut, kata Andi Muzakkir, waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian secara keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar 1,5 bulan.

Namun, ia meminta agar selama periode tersebut tetap ada perkembangan yang dapat dilihat masyarakat.

“Satu, tidak boleh tidak ada progres. Jadi supaya ini tidak hanya sekadar dikasih deadline,” kat dia.

Andi Muzakkir bahkan berencana kembali turun langsung dalam waktu dua minggu untuk mengecek perkembangan penanganan persoalan listrik tersebut.

Ia menegaskan, kunjungan tersebut akan dilakukan untuk memastikan apakah terdapat kemajuan dalam proses perbaikan atau tidak.

“Saya secara pribadi, sesuai dengan hak saya sebagai anggota DPR dan memang daerah saya, saya akan berkunjung dua minggu ke depan. Ada progres atau tidak,” ujarnya.

Ia menilai, pemberian tenggat waktu tidak akan berarti apabila tidak diikuti dengan perkembangan nyata di lapangan.

Andi Muzakkir berharap dalam dua pekan mendatang sudah terlihat perubahan, meski belum seluruh persoalan pemadaman bergilir dapat diselesaikan.

Perubahan tersebut, menurut dia, dapat dilihat dari berkurangnya wilayah yang mengalami pemadaman maupun durasi pemadaman.

“Kalau misalnya yang tadinya secara keseluruhan berapa lama, itu akan berkurang. Atau berapa kecamatan itu berkurang, ataukah lama pemadamannya itu bisa berkurang dari 10 jam turun jadi 5 jam misalnya, minimal ada progres,” jelasnya.

“Karena ini kan persoalan kebutuhan dasar,” tambah dia.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300