Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

“Menenangkan Tanah”, WBP Belajar Mengenali dan Mengelola Emosi Secara Mandiri

×

“Menenangkan Tanah”, WBP Belajar Mengenali dan Mengelola Emosi Secara Mandiri

Sebarkan artikel ini
WBP mengikuti sesi “Menenangkan Tanah” dengan praktik relaksasi dan refleksi untuk membangun kesadaran diri serta kemampuan mengelola emosi.
Example 325x300

klikkiri.co — Kegiatan pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terus diarahkan tidak hanya pada aspek pembinaan kepribadian, tetapi juga pada penguatan kemampuan dalam mengenali dan mengelola kondisi emosional.

Salah satu materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut adalah Topik 1 “Menenangkan Tanah”, yang dirancang untuk membantu WBP memahami kondisi emosi dan sensasi tubuh ketika mengalami kecemasan maupun ketegangan.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Melalui kegiatan ini, peserta diarahkan untuk mampu mengenali perubahan yang terjadi pada diri, baik dari sisi emosi maupun respons tubuh, sehingga dapat menentukan langkah yang tepat ketika menghadapi situasi yang memicu kecemasan atau tekanan.

Selain mengenali kondisi diri, peserta juga diperkenalkan dengan teknik pernapasan dan relaksasi sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga mendorong peserta membangun kesadaran diri melalui praktik mindfulness dan refleksi. Kesadaran tersebut menjadi bagian penting dalam proses mengenali emosi sekaligus memahami respons diri terhadap berbagai situasi yang dihadapi.

Dalam pelaksanaannya, Topik 1 “Menenangkan Tanah” dikemas melalui tiga aktivitas utama, yakni “Akar Kuat Diri Tenang”, “Menemukan Ruang Aman Diri”, dan jurnal “Sensasi Tanah”.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ice breaking berupa latihan pernapasan 3-3-3 yang dipandu oleh mahasiswa Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling (PPG BK).

Latihan tersebut menjadi langkah awal untuk membantu peserta memusatkan perhatian, mengatur pernapasan, serta membangun suasana yang lebih tenang sebelum memasuki materi utama.

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi psikoedukasi bersama ahli atau profesional. Materi yang diberikan mencakup pemahaman mengenai kecemasan, respons tubuh terhadap stres, pengenalan emosi, serta berbagai strategi yang dapat digunakan untuk menenangkan diri.

Peserta juga diperkenalkan dengan konsep “Ruang Aman Diri” (Safe Place) sebagai salah satu pendekatan untuk membantu membangun rasa aman secara internal ketika menghadapi kondisi yang memicu kecemasan.

Konsep tersebut kemudian diperkuat melalui proses hipnoterapi dan anchor relaksasi. Melalui proses ini, peserta diarahkan untuk mengenali dan membangun pengalaman relaksasi yang dapat menjadi salah satu strategi dalam mengatur kondisi emosional.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan refleksi melalui jurnal “Sensasi Tanah”. Peserta diminta menuliskan tiga kata yang menggambarkan kondisi dirinya sebelum mengikuti sesi pada kertas berbentuk batu.

Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, peserta kembali menuliskan tiga kata yang menggambarkan kondisi dirinya setelah sesi, kali ini pada kertas berbentuk bunga.

Kedua hasil refleksi tersebut kemudian ditempelkan pada media “Pohon Perasaan”. Media ini menjadi representasi visual mengenai perjalanan emosi peserta, mulai dari kondisi awal hingga perubahan dan pertumbuhan yang dirasakan setelah mengikuti kegiatan.

Melalui proses tersebut, peserta tidak hanya diajak memahami konsep mengenai emosi dan kecemasan, tetapi juga diberikan ruang untuk merefleksikan pengalaman dirinya secara langsung.

Topik “Menenangkan Tanah” pada akhirnya menjadi bagian dari proses pembinaan yang menekankan pentingnya kemampuan mengenali kondisi diri, menemukan cara untuk menenangkan diri, serta menggunakan strategi pengaturan emosi ketika menghadapi situasi yang memicu kecemasan.

Kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun keyakinan peserta bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mengelola kondisi emosional secara mandiri melalui strategi yang telah dipelajari.

Dengan demikian, “Menenangkan Tanah” menjadi fondasi bagi WBP dalam membangun kesadaran diri, mengenali ruang aman dalam dirinya, dan mengembangkan kemampuan self-regulation sebagai bagian dari proses penguatan diri.

Mengenali emosi, menenangkan diri, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih mampu mengelola diri.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300