Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Bidik 18 Lokasi KNMP 2027, Kakap Raya Bersatu Fokus pada Ekonomi Pesisir Pangkep

×

Bidik 18 Lokasi KNMP 2027, Kakap Raya Bersatu Fokus pada Ekonomi Pesisir Pangkep

Sebarkan artikel ini
Example 325x300

klikkiri.co — Yayasan Kakap Raya Bersatu mengambil peran dalam persiapan dan perencanaan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2027 di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Sebagai mitra pembangunan dari unsur organisasi non-pemerintah (NGO), yayasan ini mendapat alokasi indikatif untuk mendukung penyiapan 18 calon lokasi yang tersebar di wilayah daratan dan kepulauan.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat perencanaan KNMP 2027 melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan NGO di 37 provinsi. Pendekatan lintas sektor ini diharapkan menghasilkan penilaian calon lokasi yang objektif, berbasis data, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat nelayan.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Pembekalan tenaga penilai serta mitra dalam persiapan dan perencanaan calon lokasi KNMP 2027 berlangsung pada 26–30 Oktober 2026, termasuk di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Jumat, 30 Oktober 2026.

Bagi Kabupaten Pangkep yang memiliki wilayah daratan dan kepulauan dengan karakteristik pesisir beragam, penyiapan calon lokasi tidak cukup hanya dengan melakukan survei. Diperlukan pemetaan potensi perikanan, kebutuhan infrastruktur, kondisi sosial ekonomi, serta kesiapan masyarakat dan kelembagaan lokal agar perencanaan program dapat menjawab persoalan yang dihadapi nelayan.

Ketua Yayasan Kakap Raya Bersatu, Ahmad Amiruddin, yang juga bertindak sebagai manajer program, menekankan pentingnya membangun keterhubungan ekonomi masyarakat nelayan dari hulu hingga hilir, terutama di wilayah kepulauan.

Menurutnya, pengembangan kawasan nelayan perlu dirancang tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas perikanan, tetapi juga memperkuat rantai usaha, membuka peluang ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat nelayan. Bagi kami, program ini menjadi perhatian serius karena keberhasilannya membutuhkan sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah, mitra pembangunan, hingga masyarakat setempat,” ujar Ahmad Amiruddin.

Ia berharap persiapan yang dilakukan dapat menjadi fondasi bagi perencanaan kawasan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan setiap lokasi. Dengan demikian, pembangunan tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur, tetapi turut mendorong penguatan kegiatan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat nelayan.

Sementara itu, Perwakilan Satuan Tugas Regional Sulawesi, Iswadi Rachman, menegaskan bahwa mitra pembangunan memiliki peran penting dalam memastikan kesiapan calon lokasi KNMP.

Menurut Iswadi, proses persiapan tidak sekadar berupa survei lapangan, tetapi juga membutuhkan perencanaan komprehensif untuk memahami kehidupan nelayan, potensi ekonomi, serta kebutuhan pengembangan kawasan pesisir.

“Peran mitra sangat krusial dalam penyiapan lokasi KNMP. Kegiatan ini bukan sekadar melaksanakan survei, melainkan melakukan perencanaan secara komprehensif untuk memahami kehidupan nelayan dan merancang pengembangan ekonomi masyarakat pesisir,” ungkap Iswadi.

Pada tahap selanjutnya, tim akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk mendukung fasilitasi kesiapan calon lokasi sebelum memasuki proses perencanaan teknis. Koordinasi tersebut menjadi bagian penting untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat, potensi wilayah, dan arah pembangunan yang direncanakan.

Kolaborasi dengan perguruan tinggi dan NGO juga membuka ruang bagi pendekatan berbasis kajian, pengalaman pendampingan masyarakat, dan pemahaman terhadap karakteristik lokal. Hal ini dinilai penting karena setiap kawasan nelayan memiliki tantangan serta peluang pengembangan yang berbeda.

Di Sulawesi Selatan, pemetaan mitra pembangunan KNMP melibatkan sejumlah perguruan tinggi dan organisasi, yakni Universitas Hasanuddin, Universitas Muhammadiyah Makassar, Lembaga Maritim Nusantara, Yayasan Kakap Raya Bersatu, Yayasan Ladang Sinergi, Universitas Muhammadiyah Sinjai, Universitas Andi Djemma, dan Yayasan Nypah Indonesia.

Dengan alokasi indikatif 18 calon lokasi di Pangkep, peran Yayasan Kakap Raya Bersatu diharapkan dapat memperkuat proses identifikasi dan perencanaan kawasan nelayan, terutama dalam menghubungkan kebutuhan infrastruktur dengan pengembangan ekonomi masyarakat.

Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap calon lokasi dipersiapkan berdasarkan kondisi faktual dan kebutuhan masyarakat. Sebab, keberhasilan Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kemampuan program tersebut dalam memperkuat usaha perikanan, membuka peluang ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan. (*)

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300