Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 325x300
Berita

Memotret dan Bercerita dengan Penjaja Bendera Jelang HUT RI 

×

Memotret dan Bercerita dengan Penjaja Bendera Jelang HUT RI 

Sebarkan artikel ini
klikkiri.co
Agus, si penjaja bendera asal Bandung yang kini menjajakan bendera merah putih di Jalan Persatuan Raya, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Sabtu, 30 Juli 2022, Foto: Fiqran/Klik Kiri.

Penjual bendera merah putih mulai terlihat menjajakan barang dagangannya di trotoar Jalan Persatuan Raya, Kabupaten Sinjai.

Hal itu menjadi tanda bahwa tak lama lagi perayaan HUT RI segera digelar untuk tahun 2022 ini. 

Di tengah kondisi pandemi, penjual bendera merah putih masih digandrungi pembeli meski jumlahnya menurun. 

Kami sempat bertemu dengan seorang bapak-bapak bernama Agus, salah satu penjual bendera merah putih.

Hari ini, Agus sudah menjual 20 bendera dengan beragam ukuran. Harga yang dibanderol pun beragam.

“Kalau bendera yang dipasang di rumah itu bisa Rp25 ribu, Rp35 ribu, kalau yang besar itu lebih mahal Rp100 ribu,” katanya dengan raut wajah sumringah

Tak banyak harapan dari Agus, ia hanya ingin pandemi bisa segera berlalu agar hari-hari besar seperti HUT RI bisa dirayakan dengan meriah. 

“Saya berharapnya cepat-cepat pergi saja (covid-19),” katanya.

Bercerita dengan si penjaja itu

Walaupun Agus sudah berusia 60 namun senyumnya sangatlah sempurna dan semangatnya yang begitu yakin tak ada pudarnya. Jauh-jauh dari Bandung untuk mencari rejeki di Sinjai.

Kedatanganya di Sinjai untuk menafkahi 5 anaknya yang ada di Bandung. Dan akan balik ke Bandung sehari selepas 17 Agustus nanti.

Dalam seharinya bendera yang terjual bisa 1 sampai 2 lembar saja, namun tak masalah baginya.

Ia ternyata baru kali ini datang ke Sinjai, “Orang sini ramah, baik,” ujarnya.

Agus keliling menjual bendera setiap mendekati hari ulang tahun RI. Namun baru kali ini datang di Sinjai. Sekalipun penghasilan yang didapat seharinya dari Rp.25 ribu sampai Rp50 ribu. 

“Tapi begitulah hidup,” kata Agus.

Ia juga cerita tentang istrinya sudah yang sudah meninggal 7 tahun lalu.

Sehingga Agus selain sebagai ayah, juga harus bisa bertindak layaknya sebagai ibu atas anaknya.

“Yang paling penting hidup bahagia, itu yang penting,” tutur Agus dengan senyum khasnya. 

(Fiqran/Klik Kiri)

Example 325x300
Example 120x600