Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaHukum

Warga Marah Anak-anaknya Tak Bisa Belajar di Dinas Perpustakaan Makassar Gegara Disegel Kontraktor

×

Warga Marah Anak-anaknya Tak Bisa Belajar di Dinas Perpustakaan Makassar Gegara Disegel Kontraktor

Sebarkan artikel ini
klikkiri.co
Dekapan anak-anak itu penuh kesedihan kepada Kepala Dinas (Kadis) Perpustakaan Tenri A Palallo, lantaran kebiasaan mereka belajar di kantor tersebut dan bermain tak lagi bisa dilakukan gara-gara ulah kontraktor menyegel kantor Dinas Perpustakaan Makassar secara sepihak. (Istimewa).
Example 325x300

Kepala Dinas (Kadis) Perpustakaan Tenri A Palallo menerima tokoh masyarakat Kerung-Kerung H Ruba, Andi Sewang dan Cakra di teras Kantor Perpustakaan, Jumat (27/12) lalu.

Mereka terpaksa diterima di teras, karena sudah sepekan ini CV Era Mustika atau penyedia menggembok kantor Dinas Perpustakaan Makassar karena protes atas belum adanya pembayaran termin ketiga, sesuai bobot pekerjaan, 91,88 persen.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Dalam pertemuan ini, H Ruba menyebutkan selama Kantor Perpustakaan tidak beroperasi. Sejak disegel pada sepekan sebelumnya, anak-anak selama ini bersekolah dengan program Makassar Massikola tidak berjalan, layanan membaca, belajar mengaji serta makan siang bersama tidak terpenuhi.

“Kita buka ini kantor, ini kantor pemerintah, tidak boleh ada yang berperilaku seolah-olah jagoan. Ini kampung saya, kami merasa terganggu,“ kata H. Ruba.
Menurutnya, urusan pembayaran tidak berkaitan dengan kantor. “Harus dibuka,” jelasnya.

Tenri A Palallo menyampaikan terima kasih atas perhatian ini. Tenri menyebut apa yang dirasakan masyarakat Kerung-Kerung juga dirasakannya.
“Saya juga protes keras, saya merasa kecewa sekali, karena penyedia ini memaksakan kehendak,” kata Tenri.

Pihaknya mengaku telah menyampaikan laporan resmi ke Polrestabes Makassar.

Tenri mengaku semua layanan tidak berjalan, ini yang kedua kalinya. Sebelumnya penyedia menggembok, dibuka oleh Satpol PP disaksikan polisi.

Tentang belum terjadinya pembayaran Tenri menjelaskan pada akhir tahun penyedia memaksa membuat kwitansi pembayaran, walau tanpa review inspektorat.

Berulang kali dijelaskan bahwa untuk pencairan review adalah syarat mutlak hingga akhirnya penyedia menggiring ke Resmob Polda Sulsel membuat pernyataan membayar.

“Sesungguhnya cara-cara ini tidak lazim, tapi saya ini pelayan masyarakat yang menjunjung tinggi hak personal. Saya ingin buktikan bahwa urusan membayar itu, bukan perkara saya saja, sistem yang bekerja dan memiliki keterkaitan satu sama lainnya,” kata Tenri.
Dua hari lalu, Tenri telah mengirim surat ke penyedia, seputar perkembangan untuk pembayaran termin ketiga yang diharapkan.

Sayangnya hasil konsultasi Inspektorat Kota Makassar ke Inspektorat Jenderal Kemendagri yang intinya menyebutkan bahwa Gedung Perpustakaan ini dalam proses penyelidikan, maka sesuai Standar Audit Intern Pemerintah harus mempertimbangkan pihak eksternal dan internal untuk memastikan cakupan pengawasan yang memadai.

“Perpustakaan dalam proses penyelidikan Kajari. Berkali-kali dijelaskan, penyedia tidak puas, sampai akhirnya memilih menyegel,” kata Tenri.

Sementara mengenai gembok atau penyerobotan ini, kata Tenri, telah dilaporkan ke Polrestabes Makassar, sehingga keinginan masyarakat membuka segel ditahan.

“Kita tunggu, pendamping hukum perpustakaan menyampaikan bahwa hari Senin akan dirapatkan, Senin ada keputusan, gembok dibuka,” kata Tenri menenangkan warga. (Suedi)

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300