Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Pasca Mapolres Jeneponto Diserang & Masjid Dirusak, Tokoh Agama Ini Beri Dukungan Moril ke Polri

×

Pasca Mapolres Jeneponto Diserang & Masjid Dirusak, Tokoh Agama Ini Beri Dukungan Moril ke Polri

Sebarkan artikel ini
klikkiri.co
Mubaligh dan Akademisi Makassar DR H Abdul Wahid, MA. (Ist)
Example 325x300

klikkiri.co – Soal penyerangan Markas Polres Jeneponto, Mubaligh dan Akademisi Makassar DR H Abdul Wahid, MA mengutuk keras hal tersebut, siapapun pelakunya.

Ia mendorong pihak berwajib untuk mengusut serta melakukan langkah-langkah hukum kepada pelaku tanpa pandang bulu. 

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

“Kita sangat sayangkan beberapa waktu terakhir ini, kerap jajaran kepolisian di Sulawesi Selatan diserang oleh orang tidak dikenal, hingga mengakibatkan rusaknya sejumlah fasilitas yang ada di kantor tersebut,” terangnya.

Menurutnya, hal ini sangat tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pancasila, dan juga tidak sesuai dengan cerminan nilai-nilai ketimuran sebagai masyarakat yang dikenal religius dan beragama.

Karena itu, kata Abdul Wahid, sebagai bagian dari masyarakat Sulawesi Selatan mendukung kinerja jajaran Polri khususnya Polda Sulsel untuk tetap konsisten dalam menjalankan tugasnya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, tanpa harus terpengaruh dengan insiden yang ada.

Selanjutnya yang tidak kalah pentingnya, kata dia, diharapkan kepada jajaran Polri untuk tetap menjaga soliditas secara internal dan juga dengan jajaran TNI serta instansi.

“Sehingga berbagai dinamika yang ada di tengah proses perjalanan bangsa kita dapat diatasi secara bersama-sama, dengan satu semboyan ‘Berat Sama Dipikul Ringan Sama Dijinjing’,” tutur Abdul Wahid.

Sementara dalam perspektif negara hukum dan agama, lanjut Abdul Wahid, tindakan premanisme adalah sesuatu yang tercela dan dilarang, terlebih jika akibat dari tindakan tersebut berujung pada pengrusakan fasilitas umum dan mengancam nyawa orang lain yang tidak mengetahui persoalan. 

“Untuk itu, kita berharap ke depan hal serupa tidak terjadi lagi di seluruh wilayah NKRI, apalagi tidak lama lagi kita sebagai bangsa akan menghadapi tahun politik menyongsong pemilu 2024, sehingga kewaspadaan terhadap potensi sekecil apa pun yang dikhawatirkan mengganggu proses demokrasi di tanah air, perlu seluruh komponen bangsa meningkatkan sinergi dan kolaborasi demi terwujudnya situasi yang aman,” ujarnya. (*)

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300