Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Metropolis

Eksplorasi Blok Tanamalia, Walhi Sulsel Sebut Vale Tak Jalankan ESG

×

Eksplorasi Blok Tanamalia, Walhi Sulsel Sebut Vale Tak Jalankan ESG

Sebarkan artikel ini
klikkiri.co
Lokasi eksplorasi tambang nikel di Blok Tanamalia. (*)
Example 325x300

klikkiri.co – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Daerah Sulawesi Selatan, kembali mendesak PT VALE Indonesia untuk menghentikan eksplorasi tambang nikel di Blok Tanamalia. Pasalnya, PT VALE Indonesia tidak mematuhi prinsip atau kebijakan perusahaan internasional tentang ESG (Environmental and Social Governance).

Menurut Kepala Departemen Eksternal WALHI Sulsel, Rahmat Kottir, kegiatan eksplorasi PT Vale Indonesia di Tanamalia telah bertentangan atau tidak mematuhi prinsip dan kebijakan perusahaan internasional tentang environmental and social governance atau tata kelola lingkungan dan sosial.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

“Kegiatan eksplorasi PT Vale Indonesia tanpa konsultasi publik dengan para petani merica menunjukan bahwa PT Vale Indonesia tidak menjalankan ESG atau tata kelola lingkungan dan sosial. Sementara PT Vale Indonesia selalu mengklaim bahwa pihaknya adalah perusahaan yang menjalankan ESG”

Selain itu, Rahmat menjelaskan bahwa menurut laporan masyarakat, saat ini PT Vale Indonesia belum melakukan konsultasi publik dengan petani merica. Sementara kegiatan eksplorasi telah memasuki kebun-kebun merica.

Selain itu, pihaknya memperoleh informasi bahwa kegiatan eksplorasi PT Vale Indonesia telah banyak merusak kebun-kebun merica petani.

Oleh karena itu, pihaknya tidak akan berhenti untuk mendesak PT Vale Indonesia agar menghentikan kegiatan eksplorasi di tanamalia, khususnya di kebun-kebun merica petani. Rahmat pun meminta PT Vale Indonesai untuk menghormati keberadaan petani dan buruh tani merica yang berkebun dan mencari penghidupan di pegunungan Lamuero

“Sekali lagi kami mendesak CEO PT Vale Indonseia, Febriany Eddy untuk menghentikan kegiatan eksplorasi tambang di tanamalia. Segera lakukan konsultasi publik bersama petani merica dan perempuan di Desa Loeha dan Ranteangin, sebagai bentuk penghormatan perusahaan terhadap hak asasi manusia, hak-hak para petani merica.

Sebelumnya, belasan petani merica di Desa Loeha dan Ranteangin menggelar aksi menolak perluasan tambang nikel PT Vale Indonesia di Pegunungan Lamuero, khususnya kebun merica patani.

Kemudian menurut seorang petani merica di Desa Ranteangin, mayoritas petani merica, buruh tani, perempuan di Desa Loeha dan Ranteangin menolak keras rencana perluasan tambang nikel PT Vale Indonesia di Pegunungan Lamuero atau di Blok Tanamalia.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300