Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Narasi

Talkshow: Bersama Imam Fauzan & Andi Pattiware, Bung Arul Ajak Pemuda Berdaya dalam Politik

×

Talkshow: Bersama Imam Fauzan & Andi Pattiware, Bung Arul Ajak Pemuda Berdaya dalam Politik

Sebarkan artikel ini
klikkiri.co
Talkshow ini menghadirkan 3 tokoh pemuda diantaranya Imam Fauzan Amir Uskara Legislator Muda Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua DPD KNPI Kota Makassar Hasrul Kaharuddin, dan Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga Andi Pattiware Bau Djemma.
Example 325x300

klikkiri.co – Ketua DPD KNPI Kota Makassar Hasrul Kaharuddin motivasi kaum milenial pelaku Gadget di Talkshow Ini Pemuda di Mall Nipa Kota Makassar. Minggu, (30/07/2023).

Talkshow yang digelar oleh Firman Star Management yang menggandeng Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Makassar mencatut tema “Milenial Tidak Berdaya” ini pun dihadiri 100 orang kaum milenial.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Bahkan perhelatan tersebut pun menghadirkan 3 tokoh pemuda diantaranya Imam Fauzan Amir Uskara Legislator Muda Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua DPD KNPI Kota Makassar Hasrul Kaharuddin, dan Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga Andi Pattiware Bau Djemma.

Sementara Hasrul Kaharuddin menerangkan jika generasi Milenial mesti menyabet segala peluang dalam berkontribusi terhadap pembangunan.

“Kita harap milenial ambil peran dan jangan mudah baperan. Padahal pemerintah Kota Makassar bersama KNPI telah memberi ruang kaum milenial dalam kegiatan Kepemudaan,” ungkap Hasrul.

Lebih lanjut pria akrab disapa Arul ini menambahkan jika generasi milenial jangan apatis terhadap politik.

“Apalagi sebentar lagi tahun politik kita berharap milenial lebih selektif dalam berpartisipasi di momentum tersebut. Kita tau sendiri milenial sendiri merupakan penentu arah politik ke depan karena mereka punya peran besar dalam membangun Kota Makassar,” tambahnya.

Disisi lain, menanggapi pertanyaan salah satu peserta terkait kontribusi medsos terhadap informasi yang berdampak langsung kepada kaum Milenial.  

“Kami pun di KNPI telah me-launching Channel Mata Pemuda. Bisa di cek di YouTube. Tentunya kita berharap semua issue atau konten sifatnya positif kepada generasi Milenial. Dan tentunya itu dibarengi kemampuan menyaring informasi yang akurat dan positif sebelum men-share-nya agar tidak menyesatkan di masyarakat,” tepisnya.

Lanjut Arul, sementara peluang bonus demografi ini dimanfaatkan tentunya wajib diambil peluang tersebut. 

“Sementara tidak bisa dipungkiri pemuda saat sebagian diam melihat peluang untuk berbuat positif. Sementara cara KNPI Kota Makassar sendiri tentunya sudah menggodok bahkan telah menjalan program yang berkesinambungan terhadap bonus demografi. Hal itu telah dipertegas melalui Perda Kepemudaan Kota Makassar,” bebernya.

Di waktu yang sama, Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga, Andi Pattiware Bau Djemma menuturkan jika potensi pemuda di Makassar sangat besar perlu dikelola secara maksimal.

“Perlu kita wau anak muda di Makassar 392 ribu jadi ini sangat besar potensinya. Dan talk show ini kami apresiasi dan kami dari pemerintah sangat terbantu. Dan kami sangat mengharapkan andil dari generasi Milenial untuk terlibat dalam setiap program Kepemudaan di OPD kami,” ujarnya.

Tidak sampai disitu, Kadispora Makassar ini pun menyatakan jika pihaknya telah menjalankan program peningkatan kualitas pemuda yang khusus menyasar pemuda guna peningkatan kompetensi.

“Sementara di Dispora sendiri telah memiliki program untuk peningkatan kualitas pemuda diantaranya yang sudah jalan ialah pelatihan 100 pemuda lorong. Bahkan kami memiliki program pemilihan duta pemuda dan di bulan September nanti kami membuka lagi dan itu kami merasa terbantu akan adanya duta pemuda ini. Serta program marching band pun tengah berjalan saat ini. Di sisi lain saat ini, kami tengah membahas anggaran perubahan tentunya kita berharap peserta Talk Show sebagai keterwakilan Milenial dapat menggodok program yang bisa kami tampung,” laparnya.

Imam Fauzan Amir Uskara menyayangkan partisipasi generasi milenial dalam tahun politik bersifat semu.

“Saya yakin karena ini tahun politik banyak partai dan caleg menjual kata milenial. Itu ada di angka 50% lebih. Dan setiap tahun politik, anak muda hanya dijadikan tools atau alat. Setelah pasca pemilihan anak muda ditinggalkan. Dan ini sangat ironis,” bebernya. (*)

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300