Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Kadis PU Makassar: Selamat Hari Kebangkitan Nasional

×

Kadis PU Makassar: Selamat Hari Kebangkitan Nasional

Sebarkan artikel ini
klikkiri.co
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir.
Example 325x300

klikkiri.co – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, memperingati Hari Kebangkitan Nasional.

“Selamat hari kebangkitan nasional. Semoga rasa cinta tanah air terus membara dan membimbing kita dalam mewujudkan Indonesia menjadi lebih baik,” kata Zuhaelsi Zubir. Senin, 20 Mei 2024.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Berikut sejarah Hari Kebangkitan Nasional.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2024, jatuh pada 20 Mei hari ini. Harkitnas ini merupakan perayaan untuk memperingati perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan negara pasca penjajahan.

Merangkum berbagai sumber, tanggal 20 Mei dipilih karena bertepatan dengan berdirinya Boedi Oetomo. Ia merupakan organisasi pemuda yang dicetuskan pada tanggal 20 Mei 1908 oleh Soetomo. 

Termasuk juga bersama Soeraji Tirtonegoro, Goenawan Mangoenkoesoemo, Gondo Soewarno, Soelaiman, dan masih banyak lainnya. Secara garis besar, faktor pendorong kebangkitan beragam menjadi dua, yaitu faktor eksternal dan internal.

Faktor internal terdiri dari:

(1) penderitaan yang berkepanjangan akibat penjajahan;

(2) kenangan kejayaan masa lalu, seperti pada masa Kerajaan Sriwijaya atau Majapahit; dan

(3) munculnya kaum intelektual yang menjadi pemimpin gerakan.

Sedangkan faktor eksternalnya yakni:

(1) timbulnya paham-paham baru di Eropa dan Amerika seperti nasionalisme, liberalisme, dan sosialisme;

(2) munculnya gerakan kebangkitan nasional di Asia seperti Turki Muda, Kongres Nasional India, dan Gandhisme; dan

(3) kemenangan Jepang atas Rusia pada perang Jepang-Rusia yang menyadarkan negara-negara di Asia untuk melawan negara barat.

Pada awal abad ke-20, orang Indonesia yang mengenyam pendidikan tingkat menengah hampir tidak ada. Sejak saat itu, Politik Etis memungkinkan perluasan kesempatan pendidikan menengah bagi penduduk asli Indonesia.

Pada tahun 1925, fokus pemerintah kolonial beralih ke penyediaan pendidikan kejuruan dasar selama tiga tahun. Pada tahun 1940, lebih dari 2 juta siswa telah bersekolah.

Sehingga tingkat melek huruf meningkat menjadi 6,3 persen yang tercatat dalam sensus tahun 1930. Pendidikan menengah Belanda membuka kuliner dan peluang baru, dan sangat diminati oleh orang-orang Indonesia.

​Tahun ini, Harkitnas 2024 membawakan tema “Bangkit untuk Indonesia Emas”. Artinya untuk membawa nilai semangat dan kekuatan bagi seluruh insan Tanah Air.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300