Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Terancam DO di UMSI, ini Sosok Asis dengan Prestasinya di Muhammadiyah

×

Terancam DO di UMSI, ini Sosok Asis dengan Prestasinya di Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini
Abdul Aziz. (Istimewa)
Example 325x300

klikkiri.co – Mencuat hangat pemberitaan di media sosial, polemik Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) tidak menemui hasil, empat mahasiswa UMSi terancam tidak wisuda , satu di antaranya ternyata mantan ketua IPM Sinjai, segudang prestasi dalam perserikatan Muhammadiyah.

Ia akrab di sapah Azis, memulai kekaderannya di Muhammadiyah bertempat di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Tengah Lembang pada Tahun 2013, lalu terpilih menjadi Ketua IPM Sinjai Barat menjabat 3 tahun sampai tahun 2017.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Mengawali kepengurusannya di struktur IPM kabupaten selama 2 tahun, kemudian terpilih menjadi ketua IPM Sinjai Priode 2019-2022, kemudian menutup karirnya di IPM bersama Pimpinan Wilayah sejak dipercaya menjadi Pimpinan Redaksi Lembaga Media IPM Sul-Sel 2021-2023, sampai pada akhirnya kembali fokus menyelesaikan kuliah di UMSi tahun 2024.

Sedikitnya beberapa kegiatan Muhammadiyah pada tingkat regional Wilayah sampai Nasional diikutinya sebagai delegasi kabupaten Sinjai, di antaranya, muktamar IPM di Sidoarjo Jawa Timur, Kopdarnas di Malang Jawa Timur.

Gladi penuntun Hizbul Wathan se-Indonesia di Ponerogo, Safari Penuntun di Yokyakarta dan Jakarta, mengikuti Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Balikpapan dan terakhir Muktamar Muhammadiyah di Surakarta.

Sementara itu selain aktif di Ikatan pelajar Muhammadiyah, dirinya pernah ketua Ranting Hizbul Wathan Sinjai Barat Periode 2014-2016, juga di tunjuk sebagai koordinator Penuntun Hizbul Wathan Indonesia Timur dan NTT, dan terakhir menjadi perintis Hizbul Wathan di Universitas Muhammadiyah Sinjai, menjadi ketua pertama Kafilah UMSi hingga sekarang.

Menyadari amanahnya di Muhammadiyah satu persatu berangsur selesai, ia bertekad kembali ke kampusnya UMSi untuk memperbaiki kembali nilainya yang sempat tertinggal lalu berikhtiar menyelesaikan studinya.

Azis menyebut, bahwa dirinya selalu mengingat pesan pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan, Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan cari hidup di Muhammadiyah.

“Saya selalu ingat pesan pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan, bahwa hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan cari hidup di Muhammadiyah makna ini sangat dalam, dan sampai saat ini saya merasa belum pernah berbuat apa-apa,” kata Azis, Rabu (12/06/2024).

Menanggapi dirinya akan di Drop Out (DO), Azis mengatakan akan siap dengan segala keputusan yang dikeluarkan dari pihak kampus nantinya.

“Terlepas dari persoalan pribadi saya di akademik, ternyata DAD di kampus UMSi dijadikan sebagai syarat wajib untuk selesai, saya hanya bisa tersenyum dan menerima dengan bil hikmah bila di sebut terancam di DO persoalan ini, saya yakin tidak ada orang tua yang ingin melihat anaknya susah, kalaupun cara ini yang di ambil orang tua kami, menurutnya itu yang terbaik buat kami silahkan,” tutupnya.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300