Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Pemuda Takalar Diduga Dianiaya dan Diperas, PB HIPERMATA Minta Kasat Sabhara Dicopot!

×

Pemuda Takalar Diduga Dianiaya dan Diperas, PB HIPERMATA Minta Kasat Sabhara Dicopot!

Sebarkan artikel ini
Aksi demonstrasi PB HIPERMATA pada beberapa waktu lalu.
Example 325x300

klikkiri.co — Pengurus Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar (PB HIPERMATA) mengecam keras tindakan penganiayaan dan pemerasan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Sabhara Polrestabes Makassar terhadap Yusuf Saputra, seorang pemuda asal Takalar, pada Selasa, 27 Mei 2025.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan publik, khususnya PB HIPERMATA sebagai organisasi daerah yang menaungi mahasiswa asal Takalar.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Ketua Bidang PPD PB HIPERMATA, Syarif, menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan oleh oknum Sabhara tersebut merupakan perilaku buruk yang mencederai institusi Kepolisian.

“Tindakan ini jelas mencoreng semangat Presisi yang selama ini digaungkan oleh Kepolisian Republik Indonesia. Oknum tersebut menunjukkan sikap tidak berperikemanusiaan dan bertindak secara sewenang-wenang,” tegas Syarif.

Ia menambahkan bahwa perilaku oknum Sabhara tersebut lebih menyerupai tindakan premanisme, namun dilakukan oleh seseorang yang mengenakan seragam resmi negara.

“Apakah institusi Kepolisian ingin memelihara preman berseragam? Ini pertanyaan serius yang harus dijawab oleh Polrestabes Makassar,” tambahnya.

PB HIPERMATA menilai bahwa peristiwa ini harus menjadi alarm peringatan bagi jajaran Polrestabes Makassar untuk segera melakukan evaluasi internal menyeluruh serta menindak tegas anggota yang mencoreng nama baik institusi.

“Ini merupakan bukti bahwa Kasat Sabhara Polrestabes Makassar tidak mampu menjalankan fungsi kepemimpinannya. Kami mendesak agar beliau dicopot dari jabatannya. Kabid Propam dan Kapolda Sulsel juga harus turun tangan dan memberikan sanksi tegas kepada oknum yang bertindak seperti preman,” ujar Syarif.

Ia juga menyoroti dugaan tindakan penodongan senjata yang dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas. “Ini sama saja seperti memperlakukan warga sipil layaknya teroris. Sangat tidak dapat dibenarkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Syarif mengingatkan bahwa keberadaan Satgas Anti-Premanisme yang dibentuk oleh Kapolri seharusnya menjadi komitmen bersama dalam menjaga marwah institusi, bukan justru dilanggar oleh oknum dari dalam.

Sementara itu, Ketua Umum PB HIPERMATA, Ilham Akbar, menyatakan komitmen organisasinya untuk terus mengawal kasus ini hingga para pelaku diberikan sanksi yang sepadan.

“Kabid Propam Polda Sulsel tidak boleh kalah oleh preman berseragam. Berikan sanksi seberat-beratnya kepada para pelaku,” tegas Ilham.

Ia juga menyatakan bahwa peristiwa ini menjadi catatan buruk bagi Kapolri, Kadiv Propam Mabes Polri, dan Komisi III DPR RI sebagai mitra kerja institusi Kepolisian. (*)

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300