Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Makassar Luncurkan Proyek Keluarga SAKINAH untuk Perkuat Perlindungan Anak

×

Makassar Luncurkan Proyek Keluarga SAKINAH untuk Perkuat Perlindungan Anak

Sebarkan artikel ini
Example 325x300

klikkiri.co – Perlindungan anak di Kota Makassar kini diperkuat dengan hadirnya proyek perubahan Keluarga SAKINAH.

Program besutan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) ini membawa konsep Sistem Anak Kita Nyaman, Aman, dan Harmonis sebagai inovasi baru.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Proyek ini hadir sebagai jawaban atas meningkatnya angka kekerasan terhadap anak, rendahnya literasi digital keluarga, serta belum terintegrasinya mekanisme pelaporan lintas sektor.

Melalui Keluarga SAKINAH, pemerintah kota berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis bagi anak-anak Makassar.

Kepala DP3A Kota Makassar sekaligus inisiator proyek, Ita Isdiana Anwar menegaskan bahwa program ini merupakan kebutuhan mendesak. Menurutnya, kompleksitas persoalan anak di era digital menuntut pendekatan kolaboratif dan berbasis data.

“Keluarga SAKINAH lahir karena kami melihat masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak, terutama usia remaja 13–17 tahun. Sistem perlindungan yang ada belum terintegrasi, dan responnya masih lambat sehingga anak sering kali tidak mendapatkan perlindungan optimal,” ujar Ita, Kamis (21/08/2025).

Dalam pelaksanaannya, Keluarga SAKINAH berfokus pada tiga pilar utama. Pertama, pengembangan Dashboard SIGAP ANAK yang berfungsi sebagai sistem informasi digital untuk pelaporan dan pemantauan kasus.

Kedua, pembentukan Layanan CEKATAN sebagai pusat respons cepat, dan ketiga, penyusunan SOP lintas sektor serta Modul Literasi Digital Aman untuk remaja.

Ita menjelaskan bahwa langkah ini sekaligus menjadi strategi percepatan menuju status Kota Layak Anak (KLA) kategori Utama.

Dengan adanya sinergi lintas sektor, sistem ini diharapkan mampu menekan angka kekerasan sekaligus meningkatkan kesadaran keluarga akan pentingnya literasi digital.

“Melalui dashboard SIGAP ANAK dan layanan CEKATAN, setiap laporan bisa ditangani dengan cepat, bahkan dalam waktu kurang dari 24 jam. Selain itu, modul literasi digital akan membantu remaja memahami cara aman berinteraksi di ruang digital,” jelasnya.

Ita menjelaskan, pelaksanaan proyek ini dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal, pilot project difokuskan di Kecamatan Panakkukang dan Tamalate, wilayah dengan prevalensi kasus tertinggi. Selanjutnya, sistem akan direplikasi secara bertahap ke kecamatan lain setelah uji coba berhasil.

“Target jangka pendek kami adalah memastikan sistem dapat berjalan di dua kecamatan percontohan. Setelah itu, kami menyiapkan replikasi ke wilayah lain agar perlindungan anak di Makassar semakin merata,” katanya.

Selain memberikan manfaat langsung bagi anak dan keluarga, proyek ini juga membawa keuntungan kelembagaan bagi DP3A.

Melalui digitalisasi sistem, manajemen kasus menjadi lebih cepat, akuntabel, dan transparan. Hal ini akan berdampak pada peningkatan kualitas tata kelola dan pencapaian indikator pembangunan daerah.

Ita berharap, kehadiran Keluarga SAKINAH bukan hanya memperkuat perlindungan anak di Makassar, tetapi juga bisa menjadi model praktik baik yang dapat direplikasi di tingkat regional maupun nasional.

“Keluarga SAKINAH bukan hanya sistem, tapi gerakan kolaboratif untuk menjadikan Makassar Kota yang ramah, aman, dan adil bagi setiap anak,” pungkas Ita.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300