Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Prof Nurhidayat: Dakwah Harus Adaptif di Era Artificial Intelligence

×

Prof Nurhidayat: Dakwah Harus Adaptif di Era Artificial Intelligence

Sebarkan artikel ini
Guru Besar Prof. Dr. Nurhidayat Muh Said, M.Ag.
Example 325x300

klikkiri.co – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar Sidang Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Nurhidayat Muh Said, M.Ag dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi, pada Selasa, 14 Oktober 2025 di Gedung Auditorium UIN Alauddin Makassar.

Pidato ilmiah yang dibawakannya bertajuk “Artificial Intelligence Peluang dan Tantangan Dakwah di Era Digital”, mengangkat pentingnya memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dengan dipandu etika dan nilai keislaman.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Dalam pidatonya, Prof. Nurhidayat mengaku menyadari betapa perkembangan AI (Artificial Intelligence) membuka ruang baru bagi dakwah islam untuk menjangkau audiens yang secara cepat dan personal. Baginya, AI juga menghadirkan chatbot Islami yang bisa menjawab pertanyaan soal agama hingga meningkatkan literasi digital bagi para dai.

Tak hanya itu, ada pula kemudahan dalam penyebaran konten dakwah melalui berbagai format yang didukung oleh AI, seperti teks, video, podcast, hingga animasi secara otomatis. Ditambah lagi, pesan dakwah jadi dapat disesuaikan dengan kelompok atau individu karena AI memiliki kemampuan menganalisis kebutuhan spiritual audiens.

“Contoh nyata dari hal ini adalah aplikasi-aplikasi Islami seperti Quran digital, pengingat waktu salat, hingga sistem konsultasi keagamaan berbasis AI yang kini mulai digunakan oleh lembaga-lembaga dakwah di berbagai belahan dunia,” jelasnya.

Meskipun demikian, Guru Besar yang pernah menjabat sebagai Ketua Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam ini juga tidak memungkiri adanya tantangan AI terhadap dakwah di masa kini. Ia menilai, dakwah adalah interaksi dari hati ke hati. Maka dari itu, kehadiran AI mungkin saja hanya mengandalkan penyampaian informasi, tanpa adanya interaksi yang menyentuh jiwa.

Selain itu, ada kemungkinan ketimpangan akses terhadap teknologi dan literasi digital. Pasalnya, tak sedikit wilayah di pelosok yang belum memiliki jaringan internet stabil. AI pun berpotensi jadi jurang dakwah bagi masyarakat dengan akses internet yang berbeda.

“Tantangan-tantangan ini bukan untuk membuat kita takut atau mundur, melainkan agar kita dapat melangkah dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan strategi,” ungkapnya dalam pidatonya.

Maka dari itu, Guru Besar yang pernah menempuh pendidikan S3 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengungkap langkah konkret untuk menghadapi tantangan itu. Salah satunya, penguatan etika dan regulasi dakwah digital oleh berbagai pihak lembaga dakwah.

Melalui pengukuhan ini, Prof. Dr. Nurhidayat Muh Said, M.Ag resmi menjabat sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Dakwah. Ia mengungkapkan, dakwah tak hanya mengandalkan kepandaian berbicara, tetapi juga keluasan ilmu, kelapangan jiwa, serta kepekaan terhadap dinamika sosial yang terus berubah. Oleh karena itu, ia berpesan agar tak takut dengan kemajuan zaman dan teknologi.

Penulis: Fina Efendi – Mahasiswa Volunteer Prodi Ilmu Komunikasi

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300