Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Narasi

Satu Lembaga, Banyak Klaim: Potret KNPI di Tengah Dinamika Kepemudaan

×

Satu Lembaga, Banyak Klaim: Potret KNPI di Tengah Dinamika Kepemudaan

Sebarkan artikel ini

KNPI kembali ke khittah

klikkiri.co
Bendera KNPI.
Example 325x300

Oleh Makmur Idrus.

Ada saat ketika KNPI dipuja sebagai rumah besar pemuda Indonesia. Sebuah ruang yang setidaknya dalam idealisme pendirinya menghimpun berbagai organisasi kepemudaan dalam satu wajah kebangsaan. Namun, belakangan ini, rumah itu lebih mirip bangunan indekos yang tiap kamarnya berlomba memasang papan nama sendiri. Semua merasa paling sah, paling legit, paling KNPI. Satu lembaga, tapi klaimnya bisa mengalahkan jumlah cabang warung kopi di Makassar.

Di atas kertas, KNPI memang hanya mengenal satu struktur. Di atas panggung politik internal, yang muncul justru pemandangan seperti cermin pecah: satu tubuh, banyak bayangan. Jumlah OKP pun berubah sefleksibel cuaca tropis bisa 154, bisa 130, bisa lebih bergantung siapa yang memegang daftar hadir saat kongres atau Musda. Terkadang KNPI tampak seperti festival rakyat yang meriah, semua datang, semua mau didengar, tapi tidak jelas siapa sebenarnya panitia utamanya.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Sulawesi Selatan memberikan versi lokalnya yang tak kalah dramatis. Setelah kepemimpinan di era 2000 an sebutlah
• Afandy Idris
• Haris Yasin Limpo
• Ilham Azikin
• Jamaluddin Syamsir
• Mizar Roem
• Imran Eka Saputra
Setelah priode kepemimpinan Imran Eka Saputra, mulailah muncul lahirlah KNPI versi, Yasir Mahmud, Kanita, dan Surahman Batara. Masing-masing membawa stempel, narasi, dan jalur legitimasi sendiri. _Tiga pemimpin untuk satu kapal_ adalah resep klasik menuju ombak tinggi. Ini bukan dinamika kreatif; ini sinyal darurat yang terlalu sering dianggap angin lalu.

Peran pemerintah provinsi Sulawesi Selatan menjadi krusial di sini. Bukan sebagai wasit yang meniup peluit untuk satu kubu, tetapi sebagai penjaga jarak yang adil. Bila negara tampak condong ke arah tertentu, konflik internal akan mengeras seperti beton basah yang dipaksa cepat kering. Netralitas justru membuka ruang dialog yang lebih jernih dan dewasa.

Di tingkat nasional, para ketua umum dari berbagai versi sudah menandai babak baru dengan kesepakatan menuju kongres bersama. Ketika pusat mampu menahan ego, daerah tak pantas terus memelihara bara. Rekonsiliasi bukan sekadar opsi, itu kewajiban moral sebuah organisasi yang lahir untuk mempersatukan pemuda.

Kembali ke khittah berarti kembali menempatkan KNPI sebagai wadah, bukan gelanggang. Ruang berkumpul, bukan ring tinju. Klaim boleh bercabang, tapi lembaganya tetap satu. Masa depan KNPI tidak ditentukan oleh siapa yang paling lantang mengaku sah, melainkan siapa yang paling tulus merawat persatuan pemuda yang di mata sejarah jauh lebih penting daripada urusan tanda tangan dan kop surat.

Di titik inilah ujian sesungguhnya dimulai. Bukan pada rapat-rapat formal atau spanduk selamat datang, tetapi pada kemampuan semua pihak untuk kembali duduk bersama tanpa syarat, tanpa pretensi, dan tanpa saling mengintai kursi sebelah. Sebab pemuda yang gagal bersatu hanya akan mewariskan perpecahan, sementara pemuda yang berani merajut ulang kebersamaan akan meninggalkan jejak yang lebih panjang daripada masa jabatan siapa pun.

Dinamika KNPI belum tamat, tetapi masa depan yang lebih sehat selalu dimulai dari satu langkah sederhana: kembali ke niat awal, kembali ke khittah. Di situlah cahaya jalannya.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300