Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Jelang Ramadan, DPRD Sulsel Tegaskan Ketersediaan Ayam Pedaging Masih Aman

×

Jelang Ramadan, DPRD Sulsel Tegaskan Ketersediaan Ayam Pedaging Masih Aman

Sebarkan artikel ini
Example 325x300

klikiri.co – Menjelang bulan suci Ramadan, DPRD Provinsi Sulawesi Selatan memastikan ketersediaan ayam pedaging atau broiler di wilayah Sulsel berada dalam kondisi aman. Kepastian tersebut diperoleh setelah digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama instansi teknis dan pelaku usaha perunggasan, Selasa (13/1/2026).

RDP yang berlangsung di kantor sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, dipimpin Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Andi Azizah Irma Wahyudiyati. Rapat turut dihadiri Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sulsel, drh Nurlina Saking, serta perwakilan perusahaan kemitraan unggas.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Rapat ini merupakan tindak lanjut atas surat Perhimpunan Penyalur Ayam Pedaging (P2AP) Sulsel yang sebelumnya menyampaikan klaim adanya kelangkaan ayam broiler di sejumlah daerah. Dalam forum tersebut, seluruh pihak dihadirkan untuk memberikan gambaran kondisi riil pasokan ayam pedaging di Sulawesi Selatan.

Hasil pembahasan menunjukkan bahwa stok ayam pedaging tidak hanya mencukupi, tetapi juga berada pada kondisi surplus. Hal ini tetap terjaga meskipun kebutuhan protein hewani mengalami peningkatan seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.

Sedikitnya sembilan perusahaan kemitraan unggas yang hadir dalam RDP secara tegas menyatakan tidak terjadi kelangkaan pasokan. Perusahaan tersebut di antaranya PT Agru Arcadia, PT Rukun Mitra Bersama, Prima Fajar, Maysura Berkah Sejahtera, Mitra Unggas Perkasa, PT Jass, PT Cicimas, New Hope, serta Charoen Pokphand. Seluruhnya memastikan produksi dan distribusi ayam pedaging berjalan normal.

Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Andi Azizah Irma Wahyudiyati, menjelaskan bahwa persoalan kelangkaan ayam pedaging memang sempat terjadi, namun bersifat sementara.

“Kelangkaan itu terjadi pada November lalu. Kondisi tersebut yang kemudian menimbulkan kekhawatiran dari P2AP sehingga DPRD menggelar RDP hingga dua kali,” ungkapnya.

Berdasarkan pemaparan dari dinas teknis dan para mitra usaha unggas, isu kelangkaan ayam pedaging dinilai tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini.

“Dari data yang disampaikan, saya kira persoalan ini sudah tidak ada. Meski demikian, DPRD tetap berkewajiban menampung dan menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan pangan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua P2AP Sulsel, Dwiana Pamuji Astuti, mengakui bahwa kondisi pasokan ayam pedaging saat ini telah kembali normal. Ia juga membenarkan bahwa kelangkaan sempat terjadi pada awal November 2025.

“Alhamdulillah sekarang stok sudah normal. Memang pada 2 November lalu sempat terjadi kelangkaan,” katanya.

Dwiana menegaskan bahwa kehadiran P2AP dalam RDP bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan mencari langkah antisipatif agar permasalahan serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Karena itu kami hadir untuk berkoordinasi dengan DPRD agar ke depan kejadian seperti ini bisa dicegah,” tandasnya.

Di akhir rapat, DPRD Sulsel menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan terhadap distribusi dan stabilitas pasokan pangan strategis, khususnya ayam pedaging, guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terkendali, terutama menjelang Ramadan.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300