Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Dari Pemetaan Aset Menuju Aksi Nyata: Dekan FKM Unhas Buka Expo PBL II 2026

×

Dari Pemetaan Aset Menuju Aksi Nyata: Dekan FKM Unhas Buka Expo PBL II 2026

Sebarkan artikel ini
Dekan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., M.Sc.PH., Ph.D
Example 325x300

klikkiri.co – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin menggelar Expo Eksplorasi Aset dan Pemecahan Masalah (PBL II) dengan tema “Mapping Community Assets: Mengungkap Potensi Sumber Daya untuk Pembangunan Berbasis Masyarakat”. Kegiatan yang merupakan puncak dari rangkaian Praktik Belajar Lapangan (PBL) II ini dilaksanakan di Pelataran FKM Unhas, Rabu (11/02/2026).

Expo ini menampilkan hasil eksplorasi dan pemetaan aset masyarakat serta rancangan strategi pemecahan masalah kesehatan yang dilakukan mahasiswa angkatan 2023 di berbagai lokasi PBL II, termasuk di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., M.Sc.PH., Ph.D., dan dihadiri oleh para pengelola serta supervisor PBL II, seluruh mahasiswa peserta PBL II Tahun 2026, serta civitas academica FKM Unhas. Kehadiran pimpinan fakultas secara langsung menjadi bentuk dukungan penuh terhadap proses pembelajaran yang aplikatif dan berbasis komunitas.

Dalam sambutannya, Dekan FKM Unhas menjelaskan bahwa sistem PBL di FKM Unhas telah melalui perjalanan panjang dan berbagai evaluasi. Pada fase awal, PBL dilaksanakan dalam empat tahapan: PBL I (pengumpulan data dan analisis situasi), PBL II (penentuan prioritas masalah), PBL III (intervensi), dan PBL IV (evaluasi). Seiring waktu, skema tersebut disederhanakan menjadi tiga tahapan dengan menggabungkan fungsi intervensi dan evaluasi dalam PBL III.

Perkembangan berikutnya menghadirkan penyesuaian pada PBL II yang kini difokuskan pada eksplorasi dan pemetaan aset masyarakat, sementara PBL I tetap berfokus pada identifikasi dan analisis masalah kesehatan, serta PBL III pada intervensi program. Model ini dinilai lebih adaptif dan relevan dengan pendekatan pembangunan kesehatan berbasis potensi lokal.

“Ada banyak aset yang bisa ditemui di masyarakat, seperti tukang dan berbagai potensi lainnya. Itu semua adalah sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Melalui forum ini, mahasiswa diharapkan semakin terlatih membaca potensi lokal dan menjadikannya sebagai fondasi utama dalam merancang intervensi kesehatan,” ujar Prof. Sukri.

Dekan juga berkesempatan mengunjungi seluruh stan pameran dan berdialog langsung dengan setiap tim mahasiswa, memberikan apresiasi atas kreativitas dan kedalaman analisis yang ditampilkan.

Ketua Pengelola PBL II, Dian Saputra Marzuki, S.KM., M.Kes., turut menyampaikan apresiasi kepada para supervisor PBL atas bimbingan dan pendampingan yang diberikan, serta kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini. Ia berharap expo ini memberikan manfaat akademik dan pengalaman berharga bagi seluruh peserta.

Melalui expo ini, mahasiswa tidak hanya memaparkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di lapangan, tetapi juga menitikberatkan pada identifikasi dan visualisasi aset komunitas sebagai modal utama pembangunan kesehatan. Setiap kelompok posko menyajikan peta aset (asset mapping), infografis, dokumentasi lapangan, serta narasi analitis yang komprehensif.

Aset yang dipetakan meliputi sarana dan prasarana (fasilitas kesehatan, sekolah, tempat ibadah), aset individu (kader, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan), aset institusi (lembaga adat, kelompok arisan, karang taruna), aset ekonomi (UMKM, koperasi), aset sosial-budaya, hingga sumber daya alam yang dimiliki komunitas. Seluruh presentasi menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan merancang strategi pemanfaatan aset secara partisipatif dan berkelanjutan.

Kegiatan expo berlangsung kreatif dan inovatif. Setiap posko menampilkan poster, visualisasi data, serta dokumentasi kegiatan lapangan yang menarik. Dialog interaktif antara mahasiswa dan dosen yang berkunjung ke setiap stan turut memperkaya diskusi serta memperdalam refleksi akademik atas praktik pembelajaran berbasis komunitas tersebut.

Expo PBL II ini menjadi bukti komitmen FKM Unhas dalam melahirkan calon tenaga kesehatan masyarakat yang tidak hanya mampu menganalisis masalah, tetapi juga cakap membaca potensi dan membangun solusi berbasis kekuatan komunitas.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300