Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Revitalisasi Nilai Siri’ Na Pacce, Cara Inovatif Fakultas Psikologi UNM dan UPTD PPA Makassar Tekan Agresivitas Remaja

×

Revitalisasi Nilai Siri’ Na Pacce, Cara Inovatif Fakultas Psikologi UNM dan UPTD PPA Makassar Tekan Agresivitas Remaja

Sebarkan artikel ini
Example 325x300

klikkiri.co — Upaya menekan angka agresivitas dan perundungan (bullying) di kalangan remaja kini dilakukan melalui pendekatan berbasis kearifan lokal. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM) bekerja sama dengan UPTD PPA Kota Makassar dan SMP Negeri 20 Makassar menggelar Festival Budaya bertema “Revitalisasi Nilai Siri’ Na Pacce untuk Menurunkan Tingkat Agresivitas pada Remaja”.

Kegiatan yang berlangsung di SMPN 20 Makassar tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya, tetapi juga merupakan implementasi praktis Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Psikologi Budaya.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Dosen pengampu mata kuliah, Muhrajan Piara, S.Psi., M.Sc., hadir langsung memberikan pendampingan kepada mahasiswa guna memastikan intervensi psikoedukasi yang dilakukan berjalan tepat sasaran secara metodologis.

Dalam festival tersebut, para siswa diajak memahami kembali nilai Siri’ Na Pacce yang menekankan pentingnya harga diri dan empati melalui berbagai pos interaktif.

Program kegiatan mencakup rekonstruksi nilai budaya melalui psikoedukasi, latihan regulasi diri, hingga kampanye prinsip hidup “Taro Ada Taro Gau”. Selain itu, siswa juga diajak mengeksplorasi permainan tradisional untuk mengasah keterampilan psikososial sekaligus menanamkan nilai Sipakatau atau saling memanusiakan sebagai benteng terhadap perilaku agresif.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 20 Makassar menilai revitalisasi nilai budaya sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi remaja saat ini.

Menurutnya, kolaborasi tersebut membantu siswa memahami dan mempraktikkan sikap saling menghargai, berintegritas, serta membangun hubungan sosial yang sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Nabila, siswa kelas 8E, mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai pengendalian emosi melalui kegiatan tersebut.

“Kegiatannya sangat menghibur. Saya jadi lebih mengerti pentingnya tanggung jawab dan menahan amarah melalui games yang tadi dimainkan,” ungkap Nabila.

Hal senada disampaikan Adel, rekan sekelasnya, yang mengaku mulai memahami makna Siri’ Na Pacce setelah mengikuti festival budaya tersebut.

“Awalnya saya kurang mengerti arti Siri’ Na Pacce, tapi setelah penjelasan kakak-kakak mahasiswa, saya jadi paham contoh perilakunya dalam kehidupan sehari-hari agar tidak merusak nama baik diri sendiri maupun keluarga,” kata Adel.

Melalui sinergi antara dunia akademik, pemerintah daerah, dan lingkungan sekolah, Festival Budaya ini diharapkan menjadi model berkelanjutan dalam membangun ketahanan mental remaja di Kota Makassar tanpa meninggalkan akar budaya lokal.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300