Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Anggota DPR RI Andi Muzakkir Aqil Dukung Program Pemilahan Sampah Wali Kota Makassar

×

Anggota DPR RI Andi Muzakkir Aqil Dukung Program Pemilahan Sampah Wali Kota Makassar

Sebarkan artikel ini
Example 325x300

klikkiri.co – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Andi Muzakkir Aqil menyatakan dukungan penuh terhadap program pemilahan sampah yang diinisiasi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, sebagai langkah strategis dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.

Sebagai anggota Komisi XII DPR RI yang membidangi energi, sumber daya mineral, lingkungan hidup, dan investasi, Andi Muzakkir Aqil menilai pengelolaan sampah tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai persoalan kebersihan semata. Menurutnya, sampah merupakan sumber daya yang memiliki potensi ekonomi apabila dikelola secara tepat melalui sistem pemilahan sejak dari sumber.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Ia menegaskan bahwa kebijakan Pemerintah Kota Makassar yang mendorong masyarakat untuk memilah sampah organik, anorganik, dan residu merupakan langkah yang sejalan dengan konsep ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan. Melalui pemilahan, setiap jenis sampah dapat diolah sesuai karakteristiknya sehingga tidak seluruhnya berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Saya mendukung penuh program pemilahan sampah yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar. Persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama, sehingga keberhasilannya membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat, dimulai dari kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah,” ujar Andi Muzakkir Aqil.

Ia menjelaskan, sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos, pakan ternak, maupun bahan baku pengolahan lainnya. Sementara itu, sampah anorganik dapat didaur ulang untuk menghasilkan produk baru yang memiliki nilai jual. Adapun sampah residu yang tidak lagi dapat dimanfaatkan diharapkan dapat diolah menjadi bahan baku industri energi sehingga tetap memiliki nilai ekonomi.

Menurutnya, paradigma pengelolaan sampah harus bergeser dari pola kumpul-angkut-buang menjadi kumpul-pilah-olah-manfaatkan.

“Sampah itu sebisa mungkin harus dimanfaatkan. Tujuan akhirnya bukan hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menjadikannya sebagai bahan baku industri energi sehingga memiliki nilai ekonomi. Dengan begitu, kita tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pendekatan tersebut selaras dengan ruang lingkup tugas Komisi XII DPR RI yang mendorong pengembangan energi alternatif, perlindungan lingkungan hidup, serta investasi di sektor pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Program pemilahan sampah yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar sendiri merupakan bagian dari strategi pengurangan sampah dari hulu ke hilir melalui penguatan Bank Sampah, TPS3R, edukasi masyarakat, serta kebijakan pengelolaan TPA Tamangapa yang secara bertahap diarahkan hanya menerima sampah residu.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, Andi Muzakkir Aqil berharap program tersebut mampu membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan sistem persampahan yang lebih efektif, mendukung pengembangan industri berbasis ekonomi sirkular, serta mempercepat terwujudnya Makassar Bebas Sampah 2029.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300