Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Li Qiang Menghadiri Upacara Pembukaan Global Digital Trade Expo ke-5 dan Menyampaikan Pidato

×

Li Qiang Menghadiri Upacara Pembukaan Global Digital Trade Expo ke-5 dan Menyampaikan Pidato

Sebarkan artikel ini
Perdana Menteri Dewan Negara Tiongkok, Li Qiang.
Example 325x300

klikkiri.co – Pada pagi hari tanggal 24 September, Perdana Menteri Dewan Negara Tiongkok, Li Qiang, menghadiri upacara pembukaan Global Digital Trade Expo ke-5 di Hangzhou dan menyampaikan pidato.

Li Qiang mengatakan bahwa Global Digital Trade Expo telah menjadi platform penting untuk mendorong kerja sama ekonomi digital global. Sebagaimana disampaikan oleh Presiden Xi Jinping, teknologi digital semakin terintegrasi ke dalam seluruh bidang dan proses pembangunan ekonomi serta sosial, serta secara mendalam mengubah cara produksi, gaya hidup, dan tata kelola masyarakat.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Ke arah mana perdagangan global akan berkembang di tengah gelombang digitalisasi? Bagaimana masyarakat internasional seharusnya menyesuaikan diri dengan tren tersebut? Peran apa yang dapat dimainkan oleh Tiongkok? Terkait hal tersebut, Li Qiang menyampaikan beberapa pandangannya.

Pertama, memahami perubahan dan tren baru dalam perkembangan ekonomi dan perdagangan internasional melalui perdagangan digital.

Pesatnya pertumbuhan perdagangan digital menghadirkan daya dorong dan peluang baru serta membuka ruang pertumbuhan yang sangat luas bagi perekonomian dunia. Keterhubungan antarpasar berbagai negara menjadi semakin mudah, sementara inovasi dan perkembangan perdagangan global semakin cepat.

Namun, pada saat yang sama, berbagai persoalan dan tantangan—seperti kesenjangan pembangunan baru, hambatan ekonomi dan perdagangan baru, serta belum lengkapnya berbagai aturan—juga menjadi semakin menonjol dan kompleks.

Kedua, mendorong perkembangan perdagangan global yang lebih baik pada era digital dengan sikap terbuka.

Dalam menghadapi arus globalisasi ekonomi, masyarakat internasional harus bekerja sama secara tulus dan erat.

Konektivitas digital perlu diperkuat guna mendorong perdagangan yang lebih bebas. Penyelarasan dan pengakuan bersama terhadap standar harus terus dimajukan secara konsisten, sehingga dapat mendorong sinergi yang lebih baik di antara pasar berbagai negara.

Kesenjangan digital perlu dipersempit guna mendorong perdagangan yang lebih inklusif dan memberikan manfaat bagi semua pihak. Kerja sama Utara–Selatan dalam bidang perdagangan digital perlu diperkuat, termasuk dengan meningkatkan dukungan kepada negara-negara berkembang dalam bidang teknologi, infrastruktur, dan pelatihan sumber daya manusia.

Tata kelola digital perlu disempurnakan guna mendorong perdagangan yang lebih tertib. Kondisi nyata setiap negara harus dihormati, sementara peran Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan berbagai mekanisme lainnya perlu dimanfaatkan secara lebih optimal.

Konsultasi mengenai aturan perdagangan digital perlu dipercepat. Pengelompokan berdasarkan blok dan pengaturan yang bersifat eksklusif harus ditolak. Semua pihak perlu berupaya mencari titik temu terbesar demi membangun tatanan ekonomi dan perdagangan yang adil dan rasional.

Ketiga, Tiongkok akan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perdagangan digital global melalui tindakan nyata.

Tiongkok akan terus memperluas permintaan konsumsi digital, melaksanakan program peningkatan konsumsi digital, memperdalam penerapan program “Kecerdasan Buatan/AI + Konsumsi”, semakin melonggarkan akses pasar, serta mengoptimalkan kebijakan impor ritel melalui perdagangan elektronik lintas batas. Dengan demikian, Tiongkok akan berbagi peluang pasarnya dengan berbagai negara.

Tiongkok akan terus memperkuat fondasi industri digital, mempercepat pembangunan sistem industri modern, meningkatkan pertukaran dan kerja sama internasional dalam bidang digital, serta memberdayakan proses digitalisasi global.

Pengembangan teknologi kecerdasan buatan dan teknologi lainnya di Tiongkok akan tetap berpegang pada pendekatan sumber terbuka dan keterbukaan, dengan membangun sebuah “tangga digital” yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan bersama oleh semua negara.

Tiongkok juga akan terus mengoptimalkan lingkungan pengembangan digital, memperkuat pembangunan standardisasi perdagangan digital, menyempurnakan sistem dasar dan model pengawasan data, serta mendorong investasi dan kerja sama dalam perdagangan digital. Tiongkok akan turut menyumbangkan solusi bagi penyempurnaan aturan internasional.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Perdana Menteri Kirgizstan Adylbek Kasymaliev turut menghadiri upacara pembukaan dan menyampaikan pidato. Direktur Jenderal Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIDO), Gerd Müller, dan sejumlah tokoh lainnya menyampaikan pidato melalui video.

Lebih dari 1.200 perwakilan dari berbagai kalangan yang berasal dari hampir 50 negara dan wilayah, serta organisasi-organisasi internasional terkait, menghadiri upacara pembukaan tersebut.

Dalam pidatonya, para pemimpin negara asing menyampaikan bahwa Global Digital Trade Expo telah menyediakan platform yang sangat berharga bagi berbagai negara untuk membahas kerja sama, mendorong pembangunan bersama, dan berbagi hasil pembangunan.

Mereka menyampaikan apresiasi kepada Tiongkok karena telah berbagi hasil pembangunannya dengan berbagai negara. Mereka juga berharap dapat bekerja sama dengan Tiongkok untuk mengatasi kesenjangan digital serta bersama-sama membangun tatanan perdagangan digital global yang adil, berorientasi pada kemaslahatan, aman, inklusif, dan dapat dinikmati oleh semua pihak, sekaligus terus memberikan kekuatan pendorong baru bagi pembangunan berkelanjutan dunia.

Sebelum upacara pembukaan dimulai, Li Qiang bersama para pemimpin negara asing yang menghadiri acara tersebut melakukan peninjauan ke area pameran.

Sekretaris Jenderal Dewan Negara Tiongkok, Wu Zhenglong, turut menghadiri rangkaian kegiatan tersebut.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300