Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

MAPERCA Basic HMI Komisariat Hukum UMI: Membangun Kader Intelektual, Meneguhkan Gerakan Perubahan

×

MAPERCA Basic HMI Komisariat Hukum UMI: Membangun Kader Intelektual, Meneguhkan Gerakan Perubahan

Sebarkan artikel ini
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) sukses menyelenggarakan Masa Perkenalan Calon Anggota (MAPERCA) Angkatan 115 Basic di Kopi Aspirasi, Sabtu (17/10/2026).
Example 325x300

klikkiri.co — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) sukses menyelenggarakan Masa Perkenalan Calon Anggota (MAPERCA) Angkatan 115 Basic di Kopi Aspirasi, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun generasi kader yang kritis, berintegritas, dan siap mengambil peran dalam menjawab tantangan zaman.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

MAPERCA Basic menghadirkan Dr. Fachri Bachmid, S.H., M.H., pakar hukum tata negara sekaligus kader HMI Komisariat Hukum UMI. Kehadirannya menjadi momentum bagi ratusan calon kader untuk memperdalam wawasan hukum, memperkuat tradisi intelektual, serta memahami peran strategis mahasiswa dalam menjaga demokrasi dan memperjuangkan keadilan.

Dalam pemaparannya, pentingnya penguasaan ilmu, ketajaman berpikir, dan integritas menjadi pesan utama bagi calon kader. Pengalaman Dr. Fachri yang tumbuh melalui proses kaderisasi HMI hingga berkiprah di tingkat nasional menunjukkan bahwa perkaderan harus menjadi ruang untuk menempa kapasitas intelektual sekaligus melahirkan individu yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Ketua Umum HMI Komisariat Hukum UMI, Syarif, menegaskan bahwa MAPERCA Basic bukan sekadar agenda pengenalan organisasi, melainkan titik awal pembentukan kesadaran kritis dan tanggung jawab sosial calon kader.

“MAPERCA Basic adalah pintu masuk menuju proses perkaderan yang lebih mendalam. Kami ingin melahirkan kader yang tidak hanya memahami nilai-nilai HMI, tetapi juga memiliki keberanian berpikir, keteguhan bersikap, dan kapasitas intelektual untuk merespons persoalan masyarakat. Kader HMI harus mampu membaca realitas, mengkritisi ketidakadilan, dan menawarkan gagasan sebagai bagian dari solusi,” tegas Syarif.

Menurutnya, kaderisasi harus bergerak melampaui rutinitas organisasi. HMI perlu menjadi ruang pembentukan tradisi intelektual, penguatan karakter, dan konsolidasi gerakan mahasiswa yang berpihak pada nilai keislaman, keindonesiaan, demokrasi, dan keadilan.

Sebagai komisariat yang berada di lingkungan fakultas hukum, HMI Komisariat Hukum UMI juga memiliki tanggung jawab untuk mendorong lahirnya kader yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan hukum dan realitas sosial. Ilmu hukum harus menjadi instrumen untuk memperjuangkan keadilan, mengawal demokrasi, dan membela kepentingan masyarakat.

Melalui MAPERCA Basic Angkatan 115, HMI Komisariat Hukum UMI menegaskan komitmennya untuk memperkuat regenerasi dan membangun kaderisasi yang progresif, kritis, serta berorientasi pada pengabdian. Tantangan ke depan bukan hanya melanjutkan estafet kepemimpinan, tetapi juga memastikan kader HMI hadir dengan gagasan, sikap, dan tindakan yang relevan bagi perubahan. (*)

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300