Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Prevalensi Angka Stunting Bulukumba Berada di Angka 28,4

×

Prevalensi Angka Stunting Bulukumba Berada di Angka 28,4

Sebarkan artikel ini
klikiri.co
Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bulukumba, saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bulukumba di Aula Kantor Bapelitbanda Bulukumba, Rabu 1 Februari 2023.
Example 325x300

Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf mengapresiasi penurunan prevalensi stunting Bulukumba tahun 2022 dari 30,8% menjadi 28,4%.

Meski demikian, mantan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan itu meminta segenap unsur yang bekerja untuk penurunan prevalensi stunting di Bulukumba terus bersinergi untuk menekan angka yang dinilainya masih tinggi, mengingat angka tersebut masih berada di bawah capaian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

“Kita mengapresiasi segenap unsur pemerintahan dan masyarakat maupun unsur swasta yang telah terlibat dalam kerja-kerja untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat Bulukumba. Angka prevalensi stunting 28,4 persen itu masih perlu ditekan lagi hingga dua digit di bawah target provinsi,” kata Edy Manaf yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bulukumba, saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bulukumba di Aula Kantor Bapelitbanda Bulukumba, Rabu 1 Februari 2023.

Wakil Bupati Andi Edy Manaf menegaskan bahwa apa yang dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Bulukumba itu belum maksimal. Dia berharap tahun berikutnya angka prevalensi stunting di Bulukumba bisa ditekan hingga berada di bawah persentase capaian penurunan prevalensi stunting Provinsi Sulawesi Selatan.

“Upaya menurunkan prevalensi stunting merupakan pekerjaan rumah kita bersama sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Dia pun berharap agar langkah selanjutnya untuk menekan angka yang dianggap masih tinggi tersebut adalah dengan membuat perencanaan yang matang, sehingga anggaran yang ada betul-betul maksimal bisa mengubah keadaan ke arah yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kadis Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dr. Wahyuni meminta agar tim-tim kerja yang ada untuk segera bergerak sesuai tugasnya masing-masing.

“Kita berharap agar angka 28,4 persen bisa ditekan lagi melalui kerja kolaboratif di antara seluruh stakeholder yang ada,” kata Mantan Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba tersebut. (Iyan)

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300