Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Di Forum IKA FK UMI, TP: Dokter Tak Boleh Kalah oleh Teknologi AI

×

Di Forum IKA FK UMI, TP: Dokter Tak Boleh Kalah oleh Teknologi AI

Sebarkan artikel ini
Taufan Pawe di acara diskusi Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (IKA FK UMI) menggelar Simposium dan Pertemuan Ilmiah Nasional Berkala di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Jumat (30/10/2026).
Example 325x300

klikkiri.co — Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (IKA FK UMI) menggelar Simposium dan Pertemuan Ilmiah Nasional Berkala di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan yang mempertemukan para alumni dan praktisi medis dari berbagai daerah ini mengusung tema “Integrasi Pelayanan Kesehatan Era Precision Medicine dan Artificial Intelligence”. Simposium ini menghadirkan jajaran pembicara lintas disiplin, mulai dari pakar kedokteran kepolisian hingga praktisi medis terkemuka.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Salah satu pembicara kunci yang hadir langsung dalam forum tersebut adalah Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Golkar, Taufan Pawe. Dalam pemaparannya, ia menyoroti pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta bagaimana dunia medis harus menyikapinya dengan bijak.

Taufan menegaskan bahwa meskipun teknologi digital terus berkembang pesat dan tidak bisa dihindari, peran utama dokter sebagai manusia tetap tidak tergantikan oleh AI. Menurutnya, pengalaman, insting, dan sentuhan emosional seorang dokter merupakan pondasi utama dalam menjamin keselamatan pasien.

“Pendekatan kecerdasan buatan perlu ditempatkan bersama karakter emosional. Penggunaan AI tidak serta-merta menjadi jaminan pelayanan kesehatan yang baik. Dokter memiliki naluri, insting, dan akumulasi pengalaman yang jauh lebih unggul dalam memberikan penanganan medis,” ujar Taufan di hadapan para peserta simposium.

Ia juga berpesan agar para tenaga medis terus menjaga semangat belajar dan adaptif terhadap kemajuan zaman.

“Seorang dokter harus belajar sepanjang hidupnya. Kapan ia berhenti belajar, maka ia akan tertelan oleh waktu. Mindset lama harus kita tinggalkan. Saya yakin seluruh praktisi di ruangan ini memiliki kapasitas tinggi dan terus menjunjung nilai kemanusiaan demi keselamatan pasien,” tambahnya.

Selain membahas sisi etika dan efektivitas AI, Taufan Pawe juga menyoroti potensi risiko transformasi digital di sektor kesehatan, utamanya terkait isu sensitif berupa ancaman kebocoran data medis pasien.

Melihat urgensi tersebut, ia mendorong agar forum simposium IKA FK UMI ini tidak hanya berhenti pada diskusi ilmiah, tetapi juga mampu melahirkan rekomendasi konkret yang disusun berbasis naskah akademik. Rekomendasi tersebut nantinya dapat disampaikan kepada pimpinan DPR RI untuk mendorong pembentukan regulasi yang kuat terkait perlindungan catatan medis pasien.

“Isu kebocoran data medis ini penting. Melalui simposium ini, saya berharap lahir rekomendasi resmi kepada Ketua DPR RI agar ada aturan tegas yang mengatur regulasi data kesehatan. Saya sangat mendukung kegiatan ini dan akan mengawalnya melalui Fraksi Golkar di DPR,” pungkasnya.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300