Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Dinkes Sinjai Komitmen Berantas Malaria

×

Dinkes Sinjai Komitmen Berantas Malaria

Sebarkan artikel ini
Example 325x300

Meski berhasil melakukan Eliminasi Malaria pada tahun 2021 lalu, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sinjai terus melakukan berbagai upaya dalam menanggulangi dan memberantas kasus malaria.

Klikkiri.co

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Upaya tersebut dilakukan dengan memberikan orientasi tentang penyakit malaria kepada dokter, laboran, dan pengelola program malaria puskesmas dan rumah sakit.

Kegiatan yang dikemas dalam pertemuan orientasi petugas malaria tingkat Kabupaten Sinjai digelar di Aula Pertemuan Hotel Rofina, Senin (10/10/2022).

Ketua Panitia, Hamsah mengatakan malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium sp yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah (eritrosit) manusia.

“Malaria merupakan salah satu penyakit re-emerging yang sampai saat ini menjadi ancaman di daerah tropis dan subtropis yang sering menimbulkan wabah,” ujarnya.

Di Indonesia sendiri, malaria merupakan salah satu penyakit menular yang mempengaruhi angka kesakitan dan kematian pada bayi, balita, dan ibu hamil.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, dr. Emmy Kartahara Malik mengungkapkan bahwa, sertifikat eliminasi Malaria yang diterima Kabupaten Sinjai dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2021 lalu dapat dijadikan sebagai bahan motivasi untuk lebih semangat bekerja dalam penanggulangan Malaria.

“Kabupaten Sinjai sudah eliminasi, namun tentunya kita harus mempertahakan penghargaan ini, jangan sampai nanti sekadar sertifikat saja namun itu tidak bisa dipertahankan. Olehnya itu pada kesempatan hari ini kita akan memberikan orientasi untuk tetap selalu waspada,” ujarnya saat membuka kegiatan tersebut.

Dia menambahkan, saat ini tidak lagi ditemukan adanya kasus malaria yang murni. Hanya terdapat penularan kasus impor, karena itu dr. Emmy menegaskan, apabila menemukan kasus impor agar ditangani dengan baik.

Dikatakan dr. Emmy koordinasi dengan pemerintah setempat harus terjalin dengan baik. Sehingga ketika ada masyarakat atau pendatang dari daerah endemis segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan

“Itu yang harus kita tindaklanjuti, harus dilakukan pemeriksaan dan isolasi supaya kita dapat memutus mata rantai. Oleh karena itu kita semua para petugas, dokter, laboratorium, petugas program harus berkolaborasi dengan baik, bagaimana supaya kita bisa melakukan penanganan dengan sebaik mungkin,” tegasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan pada Tahun 2021 terdapat 11 kasus sedangkan pada Januari – September 2022 terdapat 24 kasus. Jumlah tersebut masing-masing kasus impor.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300