Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Doktor Baru dari Timur Indonesia: Fathullah Marzuki Tawarkan Konsep Masyarakat Madani untuk Menjawab Tantangan Indonesia Emas 2045

×

Doktor Baru dari Timur Indonesia: Fathullah Marzuki Tawarkan Konsep Masyarakat Madani untuk Menjawab Tantangan Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini
Example 325x300

klikkiri.co — Di tengah tantangan krisis moral, ketimpangan sosial, dan problem tata kelola bangsa, lahir sebuah gagasan akademik yang mencoba menjembatani nilai-nilai Al-Qur’an dengan arah pembangunan Indonesia modern. Gagasan itu datang dari Fathullah Marzuki, S.Th.I., M.Th.I., yang resmi meraih gelar doktor melalui disertasinya tentang konsep masyarakat madani dalam perspektif Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka.

Promosi doktor tersebut digelar di Program Studi Dirasah Islamiyah, Konsentrasi Tafsir, Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, dengan disertasi berjudul “Wawasan Al-Qur’an tentang Masyarakat Madani: Studi Analitis terhadap Tafsir Al-Azhar Karya Hamka.”

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Putra pendiri Pesantren Darul Istiqamah, almarhum KH Marzuki Hasan Rahimahullah itu dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dan meraih indeks prestasi 3,99. Capaian tersebut sekaligus mempertegas kesinambungan tradisi intelektual dan dakwah keluarga besar Darul Istiqamah yang selama ini dikenal luas dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia Timur.

Dalam penelitiannya, Fathullah menawarkan formulasi pembangunan bangsa berbasis konsep masyarakat madani yang digali dari Al-Qur’an melalui pendekatan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Ia menekankan tiga fondasi utama, yakni masyarakat marhamah, baldatun thayyibah, dan masyarakat amanah.

Ketiga konsep tersebut dipandang bukan sekadar nilai normatif keagamaan, melainkan model pembangunan sosial yang dapat diterapkan dalam kehidupan bernegara menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Madina yang dibangun Rasulullah SAW menjadi inspirasi bagaimana masyarakat dapat tumbuh maju, beradab, dan berkeadilan. Dalam perspektif Tafsir Al-Azhar, masyarakat madani bukan hanya berbicara soal moralitas, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia, tata sosial-politik, pengelolaan wilayah, dan fondasi akidah yang benar,” ujar Fathullah dalam pemaparannya.

Ia menjelaskan, konsep marhamah menekankan pentingnya penguatan kualitas manusia melalui pendidikan karakter, solidaritas sosial, perlindungan kelompok rentan, serta pemberdayaan masyarakat sipil.

Sementara baldatun thayyibah diarahkan pada pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan berbasis penguatan sumber daya pertanian, inovasi, pembangunan infrastruktur, serta pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Adapun konsep masyarakat amanah difokuskan pada penguatan supremasi hukum dan pemberantasan korupsi melalui tata kelola pemerintahan yang transparan, integritas aparatur, digitalisasi layanan publik, penyederhanaan regulasi, dan sistem akuntabilitas yang konsisten.

Menurut Fathullah, pembangunan nasional tidak cukup hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membutuhkan fondasi nilai yang mampu membangun kepercayaan publik dan etika sosial.

“Nilai agama harus hadir sebagai etika publik yang menumbuhkan kepatuhan sosial dan kepercayaan masyarakat. Sementara negara memastikan nilai itu terimplementasi menjadi sistem dan praktik kolektif,” jelasnya.

Sidang promosi doktor dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Abustani Ilyas. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi atas kapasitas akademik dan rekam jejak intelektual Fathullah.

“Saudara Fathullah adalah alumni pascasarjana yang telah layak dipanggil kyai seperti ayahandanya, seorang tokoh umat yang dikenal luas di masyarakat,” ujarnya.

Majelis sidang kemudian menetapkan Fathullah lulus dengan predikat sangat memuaskan dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu tafsir.

Sidang promosi doktor tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh pendidikan dan ulama, di antaranya Pimpinan Ma’had Al-Birr KH Lukman Abd Shamad, pimpinan Al Markaz Darul Istiqamah Sinjai, jajaran pimpinan Darul Istiqamah dari berbagai daerah, hingga Prof. Dr. Aminullah dari IAIN Bone.

Penguji eksternal dari STAIN Sorong, Surahman Amin, menilai disertasi Fathullah menghadirkan pendekatan baru dalam diskursus masyarakat madani di Indonesia.

“Banyak kajian masyarakat madani selama ini lebih banyak bertumpu pada pemikiran Ibn Khaldun atau tokoh Timur Tengah lainnya. Namun Buya Hamka menawarkan perspektif lokal yang sangat relevan dengan konteks kebangsaan Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Ahmad Abu Bakar menyoroti kekuatan analisis akademik dalam disertasi setebal sekitar 400 halaman tersebut, terutama dalam membedah Tafsir Al-Azhar secara kritis dan kontekstual.

Penguji lainnya, Muhsin Mahfuz, turut mengenang kontribusi keluarga besar Darul Istiqamah dalam pengembangan dakwah dan literasi tafsir di Indonesia Timur.

Keberhasilan Fathullah Marzuki meraih gelar doktor pun mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan. Disertasi ini dinilai bukan hanya menjadi capaian akademik personal, tetapi juga kontribusi penting dalam menghadirkan model pembangunan bangsa yang berakar pada nilai Al-Qur’an, relevan dengan konteks Indonesia, dan visioner menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300