Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Ratusan Massa ‘Matador’ Ngamuk Geruduk Kejati Sulsel, Ternyata Ini Masalahnya!

×

Ratusan Massa ‘Matador’ Ngamuk Geruduk Kejati Sulsel, Ternyata Ini Masalahnya!

Sebarkan artikel ini
klikkiri.co
Ratusan massa yang tergabung dalam Makassar Tidak Kendor (Matador) berunjuk rasa didepan kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.
Example 325x300

Ratusan massa yang tergabung dalam Makassar Tidak Kendor (Matador) berunjuk rasa didepan kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Hal itu untuk mendesak Kejaksaan Tinggi Sulsel turun mengusut adanya dugaan praktek persekongkolan pada lelang proyek di Kabupaten Soppeng tahun 2021 hingga 2022. 

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Jendral Lapangan Matador, Adnan mengatakan salah satu contohnya terkait pengerjaan sekolah di tahun 2021 beberapa paket pengerjaan sekolah yang diduga terjadi kecurangan pada proses lelangnya. 

Pasalnya, dari 41 paket pekerjaan proyek pembangunan sekolah di tahun 2021 dalam proses pekerjaannya terindikasi tidak sesuai dengan spek pada material bahan bangunan. 

“Contoh pada proyek sekolah, dimana kami menduga hampir secara keseluruhan dalam pelaksanaannya terindikasi menggunakan bahan bekas dari bangunan lama yang tentunya tidak sesuai atau berdasar pada spesifikasi teknis,” katanya saat menyampaikan orasinya di depan Kantor Kejati Sulsel. Rabu (25/1/2023). 

Kemudian, dirinya menyebutkan kejadian itu pun diduga turut terjadi di tahun 2022 pada instansi dinas PUPR Kabupaten Soppeng. 

“Kejadian ini berlanjut di tahun 2022, diduga ada 4 paket pengerjaan rehabilitasi jaringan irigasi milik Dinas PUPR Kabupaten Soppeng yang dikerjakan terindikasi lagi tidak sesuai dengan spesifikasi teknis,” sebutnya.

Bahkan parahnya kata Adnan, pengerjaan proyek di Kabupaten Soppeng tersebut dilakukan hingga pada tahun 2023. 

“Kami heran kenapa ada pengerjaan menyebrang di tahun 2023, padahal kita tahu Soppeng ini tidak terkena dampak bencana alam yang berpotensi mengganggu jalan proses pembangunan, justru kenapa bisa menyeberang di tahun 2023 dan ini hanya proyek kecil,” terangnya. 

Olehnya itu, dirinya meminta Kejaksaan Tinggi dan Polda Sulsel untuk turun memeriksa para kontraktor/pemenang lelang pada tahun 2021 hingga 2022 atas pengerjaan yang tidak sesuai dengan spek. 

“Kami meminta Kejati dan Polda Sulsel turun mengusut pengerjaan yang tidak sesuai spek ini, kami menduga terjadi praktek KKN, selain itu kami meminta agar panitia lelang untuk juga dilakukan pemeriksaan yang diduga lalai dan melakukan persekongkolan,” tutupnya. (drg/al)

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300