Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Politik

NJM atau ASA? Politisi Gerindra: “Maju di Makassar Tak Cukup Jika Hanya Punya Uang”

×

NJM atau ASA? Politisi Gerindra: “Maju di Makassar Tak Cukup Jika Hanya Punya Uang”

Sebarkan artikel ini

Keduanya potensial, kata Didis, namun jika bicara pemilihan wali kota tentu akan ditarik ke dalam rekam jejak seseorang untuk mengukur seberapa potensi untuk diusung.

Najamuddin dengan Andi Seto Asapa. (Kolase klikkiri.co)
Example 325x300

klikkiri.co – Pilkada 2024 akan berlangsung pada 27 November 2024 mendatang, termasuk Kota Makassar.

Tentu yang menjadi menarik adalah di internal Partai Gerindra sebagai partai pemenang pilpres.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Serunya karena ada dua nama yang mencuat di Gerindra jika bicara Pilwali Makassar yakni antara Najamuddin atau akronim NJM dengan Andi Seto Asapa atau ASA.

Keduanya memiliki posisi yang sama-sama kuat di Partai Gerindra, di mana dua-duanya adalah politisi muda yang potensial.

“Tentu kita di Gerindra bersyukur sekali memiliki kader muda potensial seperti dua orang itu (NJM dan ASA),” kata Wakil Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulsel, Didis Abdi Abubaedah kepada klikkiri.co pada Kamis, 23 Mei 2024.

Didis Abdi Abubaedah. (klikkiri.co)

Keduanya potensial, kata Didis, namun jika bicara pemilihan wali kota tentu akan ditarik ke dalam rekam jejak seseorang untuk mengukur seberapa potensi untuk diusung.

“Yang pada prinsipnya kita mau Gerindra usung kadernya sendiri di Makassar, kita sudah pengalaman mengusung orang lain dalam pertarungan, sehingga kita sudah cukup belajar dengan masa lalu di pilwali sebelumnya,” ujar Didis.

Namun yang penting digaris-bawahi, kata Didis, adalah pengalaman seseorang selama hidupnya, entah dalam hal bisnis, pendidikan, organisasi ekstra atau intra pemerintahan.

“Kita tidak bicara uang karena semua orang punya uang, sebab untuk maju di Kota Makassar itu tidak cukup jika hanya punya modal uang saja tapi juga harus mampu dalam segala hal,” tambahnya.

Perlu kedalaman berpikir dan kepekaan sosial yang tajam serta mampu merangkul semua elemen, sebab Makassar adalah kota metropolitan yang sangat plural, semua gaya masyarakat begitu beragam di Kota Daeng ini—julukan Makassar. 

“Namun yang paling potensi jika bicara pengalaman adalah Andi Seto ya. Dia pernah kepala daerah di Kabupaten Sinjai, dan sekarang dia kelihatannya sedang berikhtiar untuk naik kelas untuk memimpin kota metropolitan,” kata Didis.

Soal bagaimana baik buruknya kepemimpinan Andi Seto di Sinjai itu menjadi catatan tersendiri bagi orang-orang Sinjai, tapi tentu akan berbeda jika dilihat atau bicara Pilwali Makassar. 

“Sebab ini dunia politik, dunia yang serba tidak pasti, artinya semua bisa terjadi, sangat dinamis, yang tidak mungkin bisa jadi mungkin, yang tadinya musuh bisa jadi kawan dalam berada dalam satu tarikan kepentingan,” jelas Didis.

Andi Seto juga dikenal sebagai putra kandung dari almarhum Andi Rudiyanto Asapa yang merupakan mantan Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel sekaligus mantan Bupati Sinjai. 

“Sehingga jika diukur berdasarkan darah kepartaian, maka Andi Seto ini kental di Gerindra, tidak heran kita jika dia masuk sebagai Wakil Ketua DPP Gerindra, belum lagi ibunya yang juga orang Gerindra,” tambah Didis.

Ibu dari Andi Seto, tambah Didis, adalah orang Toraja yang mana keluarga besar Toraja ada di Makassar, sebaran populasi wajib pilihnya tidak main-main jumlahnya. 

Penulis: Alam

 

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300