Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

DPPPA Makassar Berikan Perhatian Serius Pada Kemiskinan Ekstrem

×

DPPPA Makassar Berikan Perhatian Serius Pada Kemiskinan Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Example 325x300

klikkiri.co – Saat ini semua lini, utamanya pada pemerintahan, berkewajiban untuk melakukan pengentasan terhadap isu besar kemiskinan ekstrem.

Kota Makassar sendiri memiliki catatan terkait angka kemiskinan ekstrem yang dinilai mengalami kenaikan.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar, Achi Soleman, di Hotel Best Western Plus. Kamis (13/6/2024).

“Kalau saya tidak salah, dari catatan yang diberikan, ada kenaikan kurang lebih 5%,” ungkapnya dalam kegiatan bertajuk Strategi Pemenuhan Hak Anak Pada Bentuk Pekerja Anak di Sektor Pengelolaan Sampah di Kota Makassar tersebut.

Achi menyebut, salah satu jalan keluar dari kemiskinan tersebut adalah melakukan pemenuhan hak anak, termasuk hak mendapat pendidikan 12 tahun.

Meski begitu, ia mengaku tak menutup mata pada realita banyaknya anak putus sekolah dan jadi pekerja anak.

“Kita tidak menutup mata masih banyak pekerja anak, putus sekolah dan ikut orang dewasa misalnya di mobil sampah, ikut memulung, atau kerja buruh di pasar,” tuturnya.

Di Makassar sendiri, lanjut Achi, ada program dan inovasi untuk mengembalikan anak ke sekolah.

“Kalaupun tidak sekolah, ada kewajiban pemerintah untuk dia mendapatkan pengetahuan apakah dengan kejar paket atau skill lainnya,” tambahnya.

Ia pun berharap kegiatan edukasi dan sosialisasi yang dilakukan Pemkot Makassar dapat berefek mengurangi pekerja anak.

“Anak anak butuh arahan dari orang tua, anak anak juga bisa advokasi atau edukasi temannya terkait bagaimana mengurangi pekerja anak,” tutupnya.

Narasumber kegiatan, Nyoman Anna (Save the Children) membenarkan adanya hubungan antara kemiskinan dan pekerja anak.

Menurutnya, pekerja anak mengabadikan kemiskinan. Ini merupakan siklus berulang dimana keluarga hidup dalam kemiskinan-anak terpaksa bekerja-anak tidak mendapatkan pendidikan dan keterampilan yang baik-tidak mendapatkan pekerjaan yang layak ketika mereka dewasa-menikah dan punya anak-dan seterusnya

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300