Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Politik

Ketua DPW PKS Sulsel Ikut Pilwali Makassar Disebut Cuman “Buang Duit”

×

Ketua DPW PKS Sulsel Ikut Pilwali Makassar Disebut Cuman “Buang Duit”

Sebarkan artikel ini

Hal itu ditanggapi oleh Analis Politik, Pertahanan dan Keamanan, Dr Arqam Azikin bahwa Amri Arsyid tidak efektif maju di Makassar.

Baliho Amri Arsyid. (Istimewa)
Example 325x300

klikkiri.co – Sosok Ketua DPW PKS Sulawesi Selatan Amri Arsyid digadang-gadang bakal maju di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar.

Tanda-tanda itu terlihat dari tersebarnya baliho berisi foto Amri Arsyid di banyak titik di Makassar.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Namun dari survei internal PKS sendiri yang dirilis oleh Smart Power Institute baru-baru ini ternyata nama Amri Arsyid sangat jauh di bawah, baik dari tingkat popularitas maupun elektabilitas.

Justru nama Ahmad Susanto sebagai figur bakal calon Wali Kota Makassar terbaca di survei PKS sebagai pendatang baru yang potensial dengan elektabilitas 2,3 persen.

Hal itu ditanggapi oleh Analis Politik, Pertahanan dan Keamanan, Dr Arqam Azikin bahwa Amri Arsyid tidak efektif maju di Makassar.

Arqam Azikin dalam diskusi Pilkada 2024 bertema “Wajah Lama vs Pendatang Baru di Pusaran Pilwali Makassar.” Jumat, 28 Juni 2024.

“Sebagai ketua DPW, mestinya fokus mempersiapkan partainya dalam menghadapi Pilgub Sulsel,” kata Arqam dalam diskusi Komunitas Jurnalis Politik (KJP) dengan tema “ Wajah Lama vs Pendatang Baru di Pusaran Pilwali Makassar.” Jumat, 28 Juni 2024.

Arqam juga menyarankan sebaiknya Amri Arsyid sibuk mengurus partai PKS di 24 kabupaten/kota yang sebentar lagi menghadapi Pilkada 2024.

“Apalagi di dalam survei, Ketua DPW PKS Sulsel tidak terbaca sebagai potensi hingga saat ini,” kata Arqam.

Sebagai ketua partai, kata Arqam, Amri Arsyid tidak cukup jika hanya bermodal jumlah kursi PKS di DPRD Makassar, tapi juga perlu kekuatan basis yang jelas dengan tingkat elektoral yang memadai di lapangan.

“Analisa saya, ini langkah yang mubazir dan buang-buang uang jika memaksakan sesuatu yang tidak pas apalagi kapasitasnya sebagai Ketua DPW PKS Sulsel,” terangnya. 

Survei PKS bulan Juni 2024, Sumber: Smart Power Institute.

Sekedar diketahui, survei dari Smart Power Institute ini diumumkan di Swiss-Belinn Panakkukang pada Senin, 24 Juni 2024 malam.

Dari hasil survei tersebut, tingkat elektabilitas (keterpilihan) balon wali kota Makassar Munafri Arifuddin memperoleh 36,5 persen. Disusul kemudian Indira Yusuf Ismail 9,8 persen, Rusdin Abdullah 7,3 persen, Rudianto Lallo 5,3 persen, Aliyah Mustika Ilham 4,3 persen, Abdul Rahman Bando 4,3 persen, Rahman Pina 4,2 persen dan Sri Rahmi 2,8 persen.

Kemudian, Ahmad Susanto 2,3 persen, Andi Seto Asapa 1,7 persen, Adi Rasyid Ali 1,3 persen, Irwan Adnan 0,8 persen, Risfayanti Muin 0,7 persen, Amri Arsyid 0,5 persen, Najmuddin 0,3 persen, Imam Fauzan 0,3 persen, Busrah Abdullah 0,2 persen, Nur Kanita Maruddani 0,2 persen, Nasrun 0,2 persen, Azhar Arsyad 0,2 persen.

Sedangkan, untuk tingkat popularitas (pengenalan) balon Wali Kota Makassar 2024, Munafri Arifuddin mencapai 91,5 persen, Indira Yusuf Ismail 66,7 persen, Rusdin Abdullah 63 persen, Aliyah Mustika Ilham 59,8 persen, Rudianto Lallo 55,2 persen, Abdul Rahman Bando 44,7 persen, Rahman Pina 32,7 persen, Adi Rasyid Ali 30,5 persen.

Disusul, Irwan Adnan 30,3 persen, Andi Seto Asapa 29,8 persen, Busrah Abdullah 25,8 persen, Sri Rahmi 25,2 persen, Ahmad Susanto 23,8 persen, Imam Fauzan 16,8 persen, Amri Arsyid 16,8 persen, Azhar Arsyad 13,8 persen, Najmuddin 12,7 persen, Risfayanti Muin 10,3 persen, Nurkanita Maruddani 9,5 persen. (*)

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300