Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Politik

Meski Diberitakan Tersangka! Taufan Pawe Tetap Tenang

×

Meski Diberitakan Tersangka! Taufan Pawe Tetap Tenang

Sebarkan artikel ini

“Saya nyatakan dengan tegas, pemberitaan tersebut tidak benar. Itu adalah framing yang tendensius dan jelas bermuatan politis. Saya melihat ini sebagai upaya sistematis untuk membunuh karakter saya,” ujar Taufan Pawe dengan tenang.

klikkiri.co
Taufan Pawe.
Example 325x300

klikkiri.co – Menanggapi pemberitaan salah satu media daring di Sulawesi Selatan pada 15 Juli 2025 terkait isu penetapan tersangka, Taufan Pawe menyampaikan bantahan tegas dan menyayangkan narasi yang disajikan.

“Saya nyatakan dengan tegas, pemberitaan tersebut tidak benar. Itu adalah framing yang tendensius dan jelas bermuatan politis. Saya melihat ini sebagai upaya sistematis untuk membunuh karakter saya,” ujar Taufan Pawe dengan tenang dan santai.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Taufan menyebut bahwa isu serupa sebenarnya pernah dimunculkan menjelang Musda Golkar Sulsel tahun 2020, yang kala itu juga dikaitkan dengan dinamika politik internal partai.

“Isu ini sebenarnya sudah berulang. Pernah dimunculkan menjelang Musda Golkar 2020 oleh media yang sama. Sekarang muncul lagi. Saya menduga kuat ini berkaitan dengan kontestasi politik, karena media tersebut diduga terafiliasi dengan salah satu kompetitor,” lanjutnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kasus yang disebut dalam pemberitaan justru pernah ia tindaklanjuti secara hukum pada 2018.

“Kasus itu bermula dari pengakuan Kadis Kesehatan yang menyatakan telah lalai melakukan pembayaran secara tunai, bukan non-tunai, kepada rekanan. Justru saya sendiri yang meminta kasus itu dilaporkan ke APH dan meminta audit investigasi dari BPKP,” jelas anggota Komisi II DPR RI itu.

Taufan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terbukti terlibat dalam kasus tersebut berdasarkan fakta persidangan.

“Dalam dua perkara yang berkaitan dengan kasus ini, seluruh saksi tidak pernah menyebut nama saya. Tidak ada satupun bukti atau fakta persidangan yang menunjukkan keterlibatan saya,” tegasnya.

Meski menjadi sasaran pemberitaan, Taufan Pawe menyatakan tetap tenang dan fokus menjalankan tugas di DPR RI.

“Saya santai saja. Sudah terbiasa menghadapi serangan seperti ini. Bagi saya ini risiko sebagai politisi. Tapi petarung tidak pernah gentar menghadapi permainan seperti ini,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Kepolisian yang dinilainya tetap profesional.

“Pihak Kepolisian pun sudah menyampaikan bantahan terhadap pemberitaan itu. Saya percaya penuh Polri bekerja tanpa intervensi politik,” ucapnya.

Taufan pun menilai pemberitaan tersebut tidak hanya mencoreng nama baik, tetapi juga menyesatkan publik. Ia berencana melaporkan media bersangkutan ke Dewan Pers.

“Saya akan melaporkan media itu ke Dewan Pers. Judul dan isi pemberitaan sangat tidak selaras dan telah menimbulkan keresahan,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Taufan Pawe mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

“Saya harap masyarakat bijak menyikapi informasi yang beredar. Periksa fakta sebelum menyebarkan. Dan terhadap pihak-pihak yang terus menyebarkan berita bohong yang mencemarkan nama baik, kami pertimbangkan untuk menempuh jalur hukum,” tandasnya.

Polda bantah Taufan Pawe Tersangka

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Didik Supranoto, menegaskan bahwa kabar penetapan tersangka terhadap Taufan Pawe, mantan Wali Kota Parepare yang kini menjabat Anggota Komisi II DPR RI, adalah hoax. Berita yang disebarkan oleh Tribun Timur Makassar disebut tidak benar.

Kombes Pol Didik Supranoto menjelaskan bahwa informasi yang beredar perlu diluruskan. Ia bahkan telah berkoordinasi dengan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel dan memastikan bahwa belum ada penetapan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi yang menyeret nama Taufan Pawe.

“Penetapan (tersangka) itu belum ada,” kata Didik saat ditemui di Mapolda Sulsel pada Selasa, 15 Juli 2025.

Didik mengungkapkan bahwa dugaan korupsi ini kembali mencuat setelah adanya kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penanganan tindak pidana korupsi oleh jajaran Polda di Mabes Polri.

“Jadi kemarin itu ada monev penanganan tindak pidana korupsi. Salah satunya itu (Kasus dugaan korupsi Dinas Kesehatan Parepare),” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, tim Polda Sulsel yang diwakili oleh Dedi dan timnya memaparkan kondisi dan sejauh mana penyidikan kasus dugaan korupsi Dinas Kesehatan (Dinkes) Parepare pada era kepemimpinan Taufan Pawe sebagai Wali Kota.

“Kita paparkan kondisinya bagaimana, sejauh mana penyidikannya oleh Polda Sulsel. Bahkan dalam pertemuan tersebut bukan hanya Polda Sulsel tapi termasuk Polda yang lain juga ke Jakarta memaparkan terkait kasus yang ditangani di wilayah masing-masing,” tutur Didik.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300