Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Politik

Ketika PSI Tunjuk Eks Politisi PAN yang Gagal

×

Ketika PSI Tunjuk Eks Politisi PAN yang Gagal

Sebarkan artikel ini
Bendera PSI.
Example 325x300

klikkiri.co — Penunjukan Sukarno Lallo sebagai Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Makassar menimbulkan tanda tanya besar di kalangan publik dan pengamat politik, salah satunya CEO Duta Politika Indonesia, Dedi Alamsyah Mannaroi.

Sosok Sukarno pernah gagal dalam kontestasi Pemilu 2019 ini kini justru dipromosikan untuk memimpin partai di tingkat kota, menambah deretan nama politisi yang terus “berpindah-pindah perahu” usai gagal bersaing secara elektoral.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Sukarno Lallo sebelumnya dikenal sebagai mantan calon legislator dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk Dapil Tamalanrea–Biringkanaya. Namun kariernya di PAN terhenti setelah kalah telak dari rivalnya, Sangkala Saddiko, yang mengumpulkan suara signifikan sebanyak 3.976 pada Pemilu 2019.

“Sejak kekalahan tersebut, Sukarno tak lagi mencalonkan diri dalam Pemilu 2024, dan justru lebih memilih jalur birokrasi sebagai Direktur Pengembangan Usaha Perumda Pasar Karya Makassar — sebuah posisi yang dinilai oleh sebagian pengamat sebagai bentuk kompromi politik,” ujarnya. Rabu, 22 Oktober 2025.

Kini, meski tanpa rekam jejak kemenangan elektoral, Sukarno Lallo kembali ke panggung politik melalui PSI — partai yang selama ini mengusung semangat “politik baru”.

“Ironisnya, PSI justru mempercayakan kepemimpinan lokal kepada figur yang secara nyata belum pernah mendapat mandat rakyat melalui pemilu,” tutur Dedi.

Ketua Harian PSI Sulsel, Rahmansyah, menyebut penunjukan Sukarno sebagai “langkah strategis” dan menilai Sukarno memiliki “kapasitas dan jaringan” yang dibutuhkan partai. Namun tidak sedikit pihak yang melihat ini sebagai keputusan pragmatis semata.

“Ketimbang mendatangkan energi baru, PSI justru membuka pintu bagi politisi daur ulang yang belum pernah terbukti secara elektoral,” kata Dedi. [*]

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300