Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

UIN Alauddin Tuan Rumah Diklat BPIP, Rektor Prof Hamdan Tekankan Tiga Kompetensi Dosen

×

UIN Alauddin Tuan Rumah Diklat BPIP, Rektor Prof Hamdan Tekankan Tiga Kompetensi Dosen

Sebarkan artikel ini
klikkiri.co
Hamdan Juhannis.
Example 325x300

klikkiri.co — Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyelenggarakan Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila Angkatan I Tahun 2025 di Ballroom Sultan Alauddin Hotel & Convention, Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh 200 dosen dari 73 perguruan tinggi se-Wilayah Timur Indonesia, dengan UIN Alauddin Makassar sebagai tuan rumah.

Deputi Bidang Diklat BPIP, Dr. Surahno, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan amanat Presiden untuk memperkuat ideologi Pancasila di kalangan akademisi, agar dosen menjadi teladan dalam pengamalan nilai-nilainya di ruang akademik maupun sosial.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Sebagai tuan rumah, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada BPIP dan menekankan pentingnya tiga kompetensi utama bagi dosen:

  1. Capability – kemampuan mempromosikan nilai-nilai Pancasila,
  2. Adaptability – kemampuan menyesuaikan diri dengan dinamika zaman,
  3. Durability – daya tahan menghadapi tantangan ideologis.

Prof. Hamdan juga menekankan perlunya pembaruan metode pembelajaran Pancasila agar lebih partisipatif dan reflektif, bukan lagi indoktrinatif atau monoton. Ia menyebut Pancasila harus menjadi “ruh yang menjiwai seluruh tridarma perguruan tinggi.”

Dalam kesempatan itu, Rektor juga memperkenalkan Pusat Studi Pancasila UIN Alauddin sebagai wadah riset dan pengembangan nilai-nilai kebangsaan, guna menjaga relevansi Pancasila terhadap isu sosial-keagamaan kontemporer.

Acara dibuka secara resmi oleh Anggota Dewan Pengarah BPIP, Prof. Dr. KH. Muhammad Amin Abdullah, yang menekankan pentingnya revitalisasi pendidikan Pancasila di era modern dan mengingatkan adanya “generasi yang hilang” sejak penghapusan Pancasila dari kurikulum pada 2002. Menurutnya, diklat ini merupakan langkah strategis untuk mengembalikan Pancasila ke sistem pendidikan nasional.

Peserta akan mempelajari tiga rumpun materi — dasar, umum, dan pengayaan — agar mampu menginternalisasi nilai Pancasila dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Acara pembukaan turut dimeriahkan dengan Tari Empat Etnis sebagai simbol keberagaman Indonesia, serta penyerahan cenderamata dan penyematan tanda peserta oleh Deputi BPIP. Materi pertama disampaikan oleh Sadono Sriharjo, ST., M.M., Direktur Pelaksana Diklat BPIP.

Penulis: Nurlatifah – Mahasiswa Magang Prodi KPI
Sumber: UIN Alauddin Online

 

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300