Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

110 Mahasiswa Gizi Unhas Turun ke 13 Desa di Pangkep, Dorong Penanganan Stunting Berbasis Data

×

110 Mahasiswa Gizi Unhas Turun ke 13 Desa di Pangkep, Dorong Penanganan Stunting Berbasis Data

Sebarkan artikel ini
Example 325x300

klikkiri.co — Sebanyak 110 mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan Evidence Based Learning (EBL) 1 di Kabupaten Pangkep. Kegiatan ini menjadi pelaksanaan EBL pertama di luar Kota Makassar dan merupakan wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menangani permasalahan gizi dan kesehatan masyarakat.

Mahasiswa akan disebar di 13 desa di Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, dengan cakupan tiga wilayah kerja puskesmas, yakni Puskesmas Labakkang, Puskesmas Pundata Baji, dan Puskesmas Taraweang. Sebelum menuju posko masing-masing, mahasiswa bersama dosen supervisor diterima secara resmi oleh Pemerintah Kecamatan Labakkang di Kantor Camat Labakkang, Senin (19/01).

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan pemerintah dari 13 desa sasaran. Acara dibuka dengan sambutan Ketua Pengelola EBL Program Studi S1 Ilmu Gizi, Safrullah Amir, S.Gz., MPH. Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan EBL 1 di Kabupaten Pangkep merupakan langkah nyata sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah.

“Kegiatan EBL 1 yang pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Pangkep ini merupakan wujud kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dan Pemerintah Kabupaten Pangkep dalam menangani masalah gizi dan kesehatan di masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pangkep, Kecamatan Labakkang, serta pemerintah desa dan kelurahan atas dukungan dan penerimaan terhadap mahasiswa Ilmu Gizi Unhas.

Sambutan hangat turut disampaikan oleh Sekretaris Camat Labakkang, H. Abd. Rahman, S.H.I. Ia menyambut antusias kehadiran mahasiswa dan berharap kegiatan EBL dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan EBL ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif, khususnya dalam upaya penanganan masalah gizi, terutama stunting,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa data yang dihasilkan dari kegiatan EBL 1 akan sangat bermanfaat bagi pemerintah daerah, terutama dalam proses perencanaan program dan pengambilan kebijakan berbasis data.

Kegiatan EBL 1 merupakan tahap awal dari empat rangkaian Evidence Based Learning yang akan dilaksanakan di lokasi yang sama. Selama dua minggu, terhitung 19 Januari hingga 1 Februari 2026, mahasiswa akan bermukim di 13 posko desa untuk melakukan pengumpulan dan analisis data kesehatan masyarakat.

Sejalan dengan visi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, kegiatan Evidence Based Learning diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan analitis, empati sosial, serta keterampilan praktis dalam menangani permasalahan gizi di tingkat masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat, pelaksanaan EBL 1 di Kabupaten Pangkep menjadi langkah strategis dalam membangun generasi nutrisionis muda yang siap berkontribusi bagi peningkatan derajat kesehatan bangsa.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300