Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

May Day Fest 2026 di Makassar Siap Guncang Losari, Ribuan Buruh Bersatu Suarakan Perubahan

×

May Day Fest 2026 di Makassar Siap Guncang Losari, Ribuan Buruh Bersatu Suarakan Perubahan

Sebarkan artikel ini
Example 325x300

klikkiri.co — Semangat May Day 2026 dipastikan akan mengguncang Kota Makassar. Gelaran May Day Fest 2026 yang akan berlangsung pada 1 Mei mendatang di Anjungan Pantai Losari diproyeksikan menjadi momentum kebangkitan gerakan buruh terbesar tahun ini, dengan partisipasi massa yang terus meningkat.

Kegiatan akbar ini dimotori oleh Persatuan Serikat Buruh khususnya Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI Sulsel), sebagai inisiator konsolidasi penyatuan semua elemen rakyat menjelang Mayday 2026. May Day Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang peringatan seremonial, tetapi juga simbol persatuan rakyat, solidaritas, dan dorongan kuat untuk perubahan yang lebih adil bagi kaum pekerja.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Berdasarkan keterangan resmi panitia pelaksana (12/4/26), sejumlah agenda utama akan memeriahkan kegiatan ini, di antaranya fun walk, bazar murah dan UMKM, vergradering (rapat umum), serta panggung rakyat yang akan menjadi pusat ekspresi, hiburan, sekaligus penyampaian aspirasi massa.

Ketua Panitia, Delandy, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata kebangkitan solidaritas buruh dan rakyat.

“May Day Fest 2026 bukan sekadar seremoni, ini adalah panggung rakyat. Kami ingin menunjukkan bahwa buruh itu kuat, bersatu, dan memiliki peran besar dalam pembangunan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan harapan besar agar pemerintah turut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. “Kami berharap Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dapat memberikan support penuh, karena ini adalah gerakan bersama yang membawa dampak positif bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Partai Buruh Exco Sulawesi Selatan, Ahmad Rianto, S.H., menegaskan bahwa momentum May Day harus menjadi kekuatan nyata bagi kaum buruh.

“Ini saatnya buruh bersatu dan menunjukkan kekuatannya. May Day adalah momentum perjuangan, bukan hanya perayaan. Kita ingin perubahan nyata,” ujarnya.

Senada dengan itu, Koordinator Wilayah KPBI Sulsel, Tono atau yang akrab disapa Bung Tono, menegaskan bahwa pelaksanaan May Day tahun ini menjadi langkah baru dalam cara perjuangan buruh & rakyat secara luas.

“May Day 2026 kali ini mungkin sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kita identik dengan aksi demonstrasi di jalan-jalan, kali ini bisa dikatakan yang pertama kalinya kita hadir dengan pendekatan yang lebih elegan, dinamis, persuasif, dan humanis. Ini menunjukkan bahwa buruh adalah makhluk sosial yang mampu berinteraksi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pemahaman tentang buruh harus diluruskan di tengah masyarakat. “Perlu diingat, buruh bukan hanya mereka yang bekerja di pabrik-pabrik. Buruh adalah seluruh kelompok pekerja dari berbagai sektor yang menerima upah. Kita adalah penopang devisa negara, dan sudah sepatutnya mendapatkan kesejahteraan merata sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang,” tegas Bung Tono.

Dari pantauan awak media, antusiasme masyarakat terus melonjak. Hingga saat ini, jumlah peserta yang telah mendaftarkan diri tercatat mencapai kurang lebih 3.000 orang, dan diperkirakan akan terus bertambah hingga hari pelaksanaan.

Dengan semangat besar yang diusung melalui slogan “Bangkit, Lawan, Hancurkan Tirani”, May Day Fest 2026 diyakini akan menjadi salah satu peringatan Hari Buruh paling besar dan berpengaruh di Sulawesi Selatan, sekaligus menegaskan bahwa suara buruh adalah kekuatan yang tidak bisa diabaikan.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300