Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

8.000 CCTV Siaga Awasi Makassar: Diklaim untuk Cegah Aksi Anarkis

×

8.000 CCTV Siaga Awasi Makassar: Diklaim untuk Cegah Aksi Anarkis

Sebarkan artikel ini
Istimewa
Example 325x300

klikkiri.co — Makassar memperkuat sistem pengamanan untuk mencegah aksi anarkis dan berbagai gangguan keamanan. Salah satu senjata utama yang disiapkan Pemerintah Kota Makassar adalah sekitar 8.000 titik CCTV yang tersebar di berbagai kawasan hingga lorong.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, mengatakan ribuan kamera tersebut diarahkan terhubung melalui jaringan fiber optik ke sistem pemantauan terpusat atau war room. Dengan sistem itu, kondisi kota dapat dipantau lebih cepat sekaligus membantu aparat melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

“Secepatnya ini akan bisa selesai dan mengaktivasi seluruh CCTV yang dimiliki oleh pemerintah kota sebagai dasar dari bagaimana kita bisa memantau melalui pola-pola pembangunan digital,” kata Appi saat menghadiri Rapat Koordinasi Forkopimda Kota Makassar terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Swiss-Belhotel Makassar, Senin (31/8/2026).

Meski masih dalam tahap pembenahan dan interkoneksi, Pemkot Makassar menargetkan seluruh jaringan CCTV dapat kembali berfungsi optimal.

Bagi Appi, teknologi tidak bisa berdiri sendiri. Pengawasan digital harus diperkuat dengan kolaborasi TNI, Polri, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga masyarakat.

“Pemerintah Kota terus kolaborasi keterlibatan TNI, Polri dan ormas untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban yang ada di Kota Makassar,” ujarnya.

Selain CCTV, Pemkot juga mengandalkan Call Center 112 sebagai jalur respons cepat masyarakat terhadap kriminalitas maupun kondisi darurat lainnya.

Gangguan Kamtibmas Mulai Menurun

Sementara itu, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana mengungkapkan tren gangguan keamanan di Makassar menunjukkan perkembangan positif.

Dalam sepekan terakhir, polisi hanya mencatat satu kasus geng motor, empat aksi balap liar, dan empat perkelahian kelompok. Sekitar 55 orang turut diamankan dalam berbagai penanganan kasus pidana.

Situasi kondusif juga terlihat dari aktivitas unjuk rasa. Dari 69 rencana aksi, hanya 25 yang terealisasi. Sebagian besar berlangsung aman dan tertib.

Arya menegaskan, keamanan Makassar bukan hanya tugas polisi. Menurutnya, partisipasi masyarakat, pemerintah, TNI, ormas, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga pemuda menjadi kunci mencegah gangguan keamanan berkembang menjadi aksi anarkis.

“Keamanan ini bukan hanya tugas kepolisian. Polisi jumlahnya sedikit. Tidak mungkin kita bisa menjaga keamanan dengan cepat kalau tidak dibantu kepedulian dan partisipasi masyarakat,” tegasnya.

Dengan ribuan CCTV, layanan 112 dan kolaborasi lintas elemen, Pemkot Makassar ingin memastikan setiap potensi gangguan dapat dideteksi lebih cepat sebelum berubah menjadi aksi yang mengancam keamanan warga.

Makassar pun memasang ribuan “mata” untuk memastikan kota tetap aman dan ruang bagi aksi anarkis semakin sempit. (*)

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300