Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

LORONG JELITA Lolos Seleksi Administrasi KIPP-PRO 2026, Bulukumba Siap Bersaing di Taraf Nasional

×

LORONG JELITA Lolos Seleksi Administrasi KIPP-PRO 2026, Bulukumba Siap Bersaing di Taraf Nasional

Sebarkan artikel ini
Example 325x300

klikkiri.co – Pemerintah Kabupaten Bulukumba kembali bersaing dalam kompetisi inovasi. Kali ini inovasi dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bulukumba, LORONG JELITA (Layanan Jemput Bola Kartu Identitas Anak dari Lorong ke Lorong), dinyatakan lolos Tahap Pertama (Seleksi Administrasi) dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik – Perluasan Skala, Replikasi, dan Orientasi Global (KIPP-PRO) Tahun 2026.

Keberhasilan ini tertuang dalam Pengumuman resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) Republik Indonesia yang ditandatangani secara elektronik oleh Deputi Bidang Pelayanan Publik, Otok Kuswandaru pada tanggal 29 September 2026.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Dari total 340 proposal inovasi yang diajukan oleh berbagai instansi pemerintah se-Indonesia, hanya 150 proposal yang berhasil lolos administrasi.

Di kategori Multikanal, inovasi LORONG JELITA menjadi salah satu dari 47 inovasi terbaik (bersaing dengan 46 inovasi daerah/instansi lain) di tingkat nasional untuk melangkah ke tahap seleksi berikutnya.

Peta Perjalanan dan Jejak Kolaborasi LORONG JELITA (2019 – Sekarang)

Inovasi LORONG JELITA dirintis sejak tahun 2019. Namun, saat pandemi COVID-19 melanda pada tahun 2020, layanan ini bertransformasi secara masif menjadi sistem pelayanan kolaboratif lintas sektor untuk memastikan pemenuhan hak sipil anak.

Pada fase awal tersebut, di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Dukcapil Andi Mulyati Nur dan Kepala Bidang Andi Sukmawati Akbar, Disdukcapil Bulukumba menggandeng berbagai jejaring kemitraan (Pentahelix). Kolaborasi ini melibatkan: Tim Penggerak PKK & Dharma Wanita Persatuan (DWP), BKPRMI dan LAKPESDAM NU, Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Kementerian Agama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Selain itu inovasi ini juga melibatkan Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Forum Anak Panrita Lopi, Pemangku Adat Ammatoa Kajang dan para Kepala Desa/Lurah.

Sinergi besar ini dibentuk khusus untuk mempermudah penjangkauan dari lorong ke lorong demi memberikan identitas kependudukan gratis bagi anak-anak, bayi baru lahir, penyandang disabilitas, hingga masyarakat adat terpencil.

Pengembangan inovasi terus dilanjutkan dan diperkuat oleh Kepala Dinas Dukcapil Dedi Rahmadi, bersama Kepala Bidang Data dan Inovasi Andi Nurhikmah.

Kolaborasi diperluas melalui integrasi 605 Posyandu Era Baru di tingkat desa/kelurahan, di mana kader TP PKK dan Posyandu aktif mendata dan memberikan pelayanan terpadu meliputi Kartu Identitas Anak (KIA), Akta Kelahiran, dan Kartu Keluarga (KK) bagi anak-anak di lorong-lorong terpencil.

Upaya jemput bola ini semakin diperkuat dengan komitmen penuh melalui pelaksanaan Jambore Pelayanan Publik. Melalui Jambore ini, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendekatkan dan memberikan pelayanan publik secara serentak di 10 kecamatan.

Begitu pulq, dukungan Bapperida Bulukumba dan Ekosistem Inovasi Berkelanjutan
Melihat dampak luas dari inovasi ini, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bulukumba, Andi Irma Darmayanti Untung, bersama Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Anugrahwati Husain, secara konsisten melakukan seleksi, pendampingan, dan pengusulan inovasi LORONG JELITA (dikembangkan oleh Endang Muliani, selaku Innovator) ke ajang KIPP-PRO KemenPANRB.

“Upaya ini terus dilakukan Bapperida agar inovasi daerah yang memiliki dampak luas dapat direplikasi oleh daerah lain di Indonesia, sekaligus menjaga agar ekosistem inovasi di Bulukumba tetap berkelanjutan,” ujar Andi Irma Darmayanti.

Adapun Rincian Data Substanstif dan Rekam Jejak LORONG JELITA
berdasarkan proposal resmi KIPP-PRO 2026, LORONG JELITA mencatatkan capaian kinerja yaitu:
1. Lonjakan Cakupan Kepemilikan KIA (Dampak Terukur):
2. Baseline (2020): Hanya 1,69% (2.138 anak).
3. Post-Inovasi (2022): Melonjak pesat hingga 64,80% (79.858 anak).
4. Capaian Berkelanjutan (2023–2026): Konsisten berada di atas 85% (jauh melampaui target nasional sebesar 40%).
5. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM): Meningkat drastis dari 4,07% menjadi 88,14% (kategori Sangat Baik).
6. Keunggulan Utama Inovasi: Layanan Gratis atau Tanpa Biaya Operasional Warga.
7. SIAK Mobile Offline Kit: Memungkinkan perekaman identitas langsung di wilayah yang tidak memiliki sinyal internet (blank spot).
8. Integrasi Lintas Sektor: Terhubung langsung dengan penanganan stunting (PEDAS IV), kepesertaan BPJS Kesehatan, perlindungan hak anak, serta pencegahan pernikahan dini.(*)

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300