Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Mahasiswa Pengunungan Tengah Tuntut TNI-Polri Ditarik dari Papua, BARAK: Ngawur!

×

Mahasiswa Pengunungan Tengah Tuntut TNI-Polri Ditarik dari Papua, BARAK: Ngawur!

Sebarkan artikel ini
klikkiri.co
Pengurus BARAK Sulsel.
Example 325x300

Forum Solidaritas Mahasiswa Puncak Jaya, Lani Jaya dan Nduga menggelar aksi unjuk rasa (Unras). Aksi berlangsung di Asrama Mahasiswa Puncak Jaya di Jalan Nikel 3 Kelurahan Ballaparang, Rappocini, Kota Makassar pada Senin (13/3/2023).

25 orang mahasiswa asal 3 kabupaten di pengunungan tengah Papua itu dipimpin, Lirka Wanimbo. Dalam aksi nya meminta agar aparat TNI-Polri yang bertugas di sana untuk ditarik dari Papua.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Mereka menilai kedua institusi negara itu dianggap telah melakukan teror terhadap masyarakat Papua.

Terkait aksi unjuk rasa itu Ketua Barisan Anak Kolong (BARAK) Sulawesi Selatan, Umar Hankam menilai bahwa apa yang mereka tuntut agar TNI-Polri ditarik dari Papua adalah hal yang sangat keliru dan tuntutan yang ‘Ngawur’

“Silahkan aksi itu hak mereka seperti yang diatur didalam UUD’45 Pasal 28 Kemerdekaan berserikat dan Berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dijamin oleh negara,” tutur Ketua BARAK dari keluarga besar TNI-Polri ini. Senin (13/3)

“Cuman yang mereka harus pahami tugas TNI dan Polri jelas. Tugas TNI menjaga setiap jengkal tanah air Indonesia (Pertahanan). Kemudian tugas kepolisian adalah melakukan penegakan hukum,” itu jelas sesuai amanah konstitusi,” tutur pejuang Trikora ini.

Ketua BARAK Sulsel ini kemudian menjelaskan bahwa saat ini TNI yang ada di wilayah pengunungan tengah Papua melakukan kerja-kerja sosial. Tidak dipungkiri adanya penambahan pasukan di sana.

“Memang ada penambahan pasukan di sana, tapi tugas mereka itu kerja-kerja sosial seperti perintah KSAD Jenderal Dudung Abdul Rachman merangkul masyarakat seperti saudara sendiri dan membangun masyarakat di sana, Guru dan Tenaga medis saja banyak tinggalkan tugas-tugas mereka melayani masyarakat. Karena merasa jiwa terancam oleh kelompok OPM-KKB,” ujar Umar Hankam.

“Dan TNI yang bertugas di sana itu seperti jaman orde baru namanya ABRI Masuk Desa (AMD). Tetapi ini agak beda dari yang dulu, TNI memberikan pelayanan kesehatan, membangun rumah ibadah, Pendidikan dan terbaru Satgas YR 321/GT membangun PLTMH untuk warga di dua distrik. Distrik Mbua dan Distrik Dal,” ungkap Anak Pejuang Kemerdekaan ini.

“Buah karya Satgas YR 321/GT membangun PLTMH dinikmati oleh warga. Malam hari honai mereka sudah bercahaya lampu. Warga kampung senang atas kerja-kerja TNI,” ujar Umar yang juga Humas PD Pemuda Panca Marga Sulawesi Selatan ini.

“Bagaimana dengan kepolisian? Tugas Kepolisian jelas lakukan penegakan hukum. Eskalasi kelompok kriminal bersenjata kan meninggi di sana sampai ada penyanderaan oleh kelompok Egianus Kogoya. Merek ini kan kaum kriminal seperti pada umum nya di Indonesia bandar-bandar narkoba yang juga memiliki senjata api. Jadi penanganannya harus pendekatan penegak hukum.

“Teroris itukan bawa senjata selain senjata mereka membekali diri dengan bom bunuh diri dengan target sasaran personil kepolisian,” beber Umar.

“Jadi KKB dan Teroris itu yah beda-beda tipis mereka membawa paham ideologi. Itu tentu bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung didalam UUD’45 dan Pancasila. Sudah tentu harus ditumpas,!” tegas Ketua BARAK Sulsel itu.

“Jadi tuntutan mereka itu agar TNI dan Polri ditarik dari Pegunungan tengah adalah tuntutan ngawur!” Kunci Umar Hankam.

Diketahui dalam aksinya para mahasiswa asal pengunungan tengah Papua itu dalam aksi nya menuntut agar pasukan TNI/Polri di tarik dari Papua. Alasan nya kehadiran TNI Polri sudah meneror masyarakat Papua. (*)

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300