Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Prof Hamdan Juhannis Kembali Jadi Rektor UIN Alauddin, Dilantik Yaqut Cholil

×

Prof Hamdan Juhannis Kembali Jadi Rektor UIN Alauddin, Dilantik Yaqut Cholil

Sebarkan artikel ini
klikkiri.co
Pelantikan sekaligus prosesi pengambilan sumpah jabatan dengan masa tugas 2023-2027 itu berlangsung di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta., Jumat (11/8/2023).
Example 325x300

klikkiri.co – Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Yaqut Cholil Qoumas melantik Prof Hamdan Juhannis M A Ph D sebagai Rektor UIN Alauddin Makassar.

Pelantikan sekaligus prosesi pengambilan sumpah jabatan dengan masa tugas 2023-2027 itu berlangsung di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta., Jumat (11/8/2023).

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Guru Besar Sosiologi Pendidikan itu dilantik bersamaan Dua Rektor Universitas Islam Negeri dan lima pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Agama.

Hadir menjadi saksi, Sekjen Kemenag Nizar dan Dirjen Pendidikan Islam Ali Ramdhani. Hadir juga mantan Rektor UIN Bandung Mahmud serta para Stafsus, Staf Ahli, Tenaga Ahli Menag dan pejabat eselon II Kemenag pusat.

Dalam amanatnya Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan reposisi ini dilakukan demi meningkatkan efektivitas dan akselerasi birokrasi dalam menjalankan fungsi layanan.

“Saya mengingatkan kepada para pejabat tinggi dan para rektor pada PTKIN, tentukan kebijakan berdasarkan prioritas, perbanyak ngobrol dengan unit lain dan jangan merasa bangga dengan prestasi sendiri,” kata Menag Yaqut di Jakarta.

“Bukan saatnya jabatan ini menjauhkan satu diantara kita, justru jihad kita menyatukan langkah demi masa depan Kementerian Agama dan bangsa Indonesia,” sambung Menag.

Sebelumnya, saat pemaparan visi misi Prof Hamdan Juhannis, menargetkan dimasa kepemipinnanya akan menargetkan UIN Alauddin Makassar bertransformasi dari PTKIN BLU menjadi PTKIN BH.

Mantan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga itu juga menawarkan transtelektualitas.

“Kedepan kami menawarkan paradigma kepemimpinan yang kami sebut jiwa transtelektualitas. Transtelektual itu adalah intelektual organik, intelektual yang tidak ada matinya, intelektual plus, yang memiliki dimensi pemikiran dan aksi yang lebih variatif ketika berhadapan dengan tantangan kehidupan yang multikonteks,” pungkasnya.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300