Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Politik

Otak di Balik Kemenangan Rezeki Nur di Dapil V Makassar

×

Otak di Balik Kemenangan Rezeki Nur di Dapil V Makassar

Sebarkan artikel ini
Klikkiri.co
Rezeki Nur saat bertemu dengan warga di dapilnya. Ia begitu senang bertemu dengan masyarakat. (Sumber: rezekinurofficial5/Instagram)
Example 325x300

klikkiri.co – Anggota DPRD Kota Makassar terpilih dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) nomor 05, Rezeki Nur menarik perhatian publik karena berhasil mencetak rekor dengan berhasil duduk dan membuat kursi PKS bertambah jadi 2 di dapil V Mariso, Makassar dan Tamalate.

Sosok yang dikenal taglinenya ‘Bu Dosen’ itu bukan kader PKS melainkan tokoh eksternal.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Di dapilnya, Rezeki Nur yang juga istri dari Ketua KONI Makassar Ahmad Susanto itu mengunci suara kemenangan mencapai 5741 suara.

Sementara peraih kursi pertama ada Adi Akbar mencapai 6641 suara.

Rasa penasaran pun muncul, siapa sosok otak di balik kemenangan Rezeki Nur?

Ternyata muncul nama CEO PT Duta Politika Indonesia (DPI) Dedi Alamsyah Mannaroi.

CEO PT Duta Politika Indonesia Dedi Alamsyah Mannaroi.

Dedi mengaku, dirinya ditawari jadi konsultan politik dan efektif kerja 2 bulan terakhir menjelang pileg. Yaitu Awal Desember 2023 dan Januari – Februari Running.

“Mendampingi sosok caleg di dapil V Mamarita Kota Makassar tidak mudah karena merupakan dapil Neraka di Kota Makassar,” ujar Dedi.

Akan tetapi menurut Pria yang akrab disapa Abangda ini mengaku dirinya sangat terbantukan dengan keberadaan tim dari Kumala Centre dan tim keluarga.

“Mereka sangat kompak dan mudah diajak koordinasi satu sama lain,” tegas Dedi.

Dedi mengaku tak ada strategi khusus saat jadi konsultan Rezeki Nur.

“Adrenaline mulai tinggi saat mulai pencoblosan hingga penghitungan suara. Dan itu wajar serta bisa dirasakan oleh konsultan politik manapun,” terangnya.

Sekedar diketahui, PT Duta Politika Indonesia berdiri sejak tahun 2012, telah banyak terlibat di banyak pilkada maupun pileg, baik di sulsel, papua, sulawesi barat, sultra dan sulteng, kaltim, kaltara.

Dedi sendiri sebelumnya pernah jadi jurnalis TV Swasta dan Radio di era 90 an dari Televisi Pendidikan Indonesia sekarang MNC, Radio Al Ikhwan, Radio Smart Fm dan Radio Bharata.

Dan Dedi juga telah menekuni profesi konsultan politik sejak tahun 2007 dan pernah bergabung di beberapa konsultan politik nasional seperti PT Lingkaran Survei Indonesia dan sempat mendirikan PT Lingkaran Jurnal Indonesia.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300