Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Politik

‘Kotak Kosong’ di Pilgub Sulsel Banyak Tuai Penolakan

×

‘Kotak Kosong’ di Pilgub Sulsel Banyak Tuai Penolakan

Sebarkan artikel ini
Diskusi politik Komunitas Jurnalis Politik yang dihadiri oleh Arqam Azikin. (klikkiri.co)
Example 325x300

klikkiri.co – Isu ‘kolom kosong’ di Pilgub Sulsel 2024 kian ramai diperbincangkan bahkan menuai penolakan dari berbagai kalangan termasuk pengamat politik. Informasi Kotak Kosong juga sampai ke sejumlah daerah kabupaten/kota lantaran sudah masifnya kampanye seperti itu.

Anggapan soal mencederai demokrasi untuk ‘kolom kosong’ juga lantang diperbincangan sebagian kalangan paham politik. Pasalnya, jika benar Pilgub Sulsel 2024 berakhir dengan ‘kolom kosong’ akan mencetak sejarah pelaksanaan Pilkada serentak di Sulsel bahwa demokrasi telah dikuasai oleh sekolompok penguasa.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Pengamat Politik dan Hankam Arqam Azikin menyayangkan kondisi politik di Pilgub Sulsel jika harus berakhir dengan ‘kolom kosong’ atau tak ada lawan untuk Cagub dan Cawagub tertentu. Ia memberi penilaian bahwa salah satu calon dan pendukungnya ingin Pilgub Sulsel 2024 berakhir Walk Over (WO).

“Beberapa kemungkinan calon ingin kokos (kolom kosong),” kata pria yang sering disapa KAK melalui pesan WhatsApp-nya. Selasa, (23/7/2024).

Dari penjelasan singkat Arqam Azikin bahwa pemilihan kepala daerah itu adalah sebuah pertarungan adu gagasan, ide dan juga pemikiran dari seseorang calon kepala daerah jika terpilih nanti.

Tetapi, Arqam bilang jika kolom kosong bakalan terjadi di Pilgub Sulsel 2024 bukan hanya mencetak sejarah dalam perpolitikan tanah air juga akan menghadirkan sosok kepala daerah yang takut kehilangan panggung begitu pun kekuasaan.

“Pilkada itu Pertarungan Politik yang tidak punya basis personal dan massa ideologis,” ujarnya.

“Pasti takut bertarung politik di pemilihan massa (kolom kosong),” tegasnya.

Saat ini isu-isu tentang kolom kosong sudah menyasar hingga ke daerah-daerah di Sulsel. Penyebarannya melalui pesan berantai media sosial. Bahkan, kolom kosong sudah diramaikan ke sejumlah akun media sosial seputar informasi.

Hingga sekarang dugaan-dugaan soal pergerakan kolom kosong disematkan oleh pasangan Andi Sudirman Sulaiman – Fatmawati Rusdi sebagai Cagub dan Cawagub di Pilgub Sulsel. Pemberitaan di media online pun sempat menyeret partai politik besutan Presiden Terpilih Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka yakni Partai Gerindra telah mendukung adik Mentan Amran Sulaiman tersebut.

Menurut banyak pemaham dan praktisi politik menilai juga. Jika kondisi tersebut berkat pengaruh-pengaruh dari pihak pendukung pasangan ASS-Fatmawati Rusdi di Pilgub Sulsel. Akibat sekelas partai koalisi Indonesia Maju (KIM) menyatu dengan Partai Nasdem yang notabene bukan partai pengusung Prabowo Subianto di Pilpres.

Partai KIM yang menyatu dengan Partai Nasdem adalah partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Partai Demokrat dan partai pimpinan Zulkifli Hasan yakni Partai Amanat Nasional (PAN). Sementara dua lagi partai politik seperti Partai Golkar dan Partai Gerindra yang belakangan mengusung Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) masih menunggu momentum siapa yang bakal diusung di Pilgub Sulsel.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300