Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel Kami
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Selain Dampingi Jokowi, Andi Aswan Juga Sempatkan Silaturahmi, Illank Radjab: Beliau Teman Lama Saya

×

Selain Dampingi Jokowi, Andi Aswan Juga Sempatkan Silaturahmi, Illank Radjab: Beliau Teman Lama Saya

Sebarkan artikel ini
Di sela agenda, Andi Aswan juga menyempatkan diri bersilaturahmi dengan tokoh lokal. Salah satunya dengan Illank Radjab, Ketua Umum LASKAR Sulawesi Selatan (Lembaga Study Hukum dan Advokasi Rakyat), dalam suasana ngopi santai di kawasan Jalan AP Pettarani, Makassar.
Example 325x300

klikkiri.co – Ada momen yang terasa lebih dari sekadar agenda politik. Ada kepulangan, ada pertemuan lama yang kembali menyala, ada obrolan santai yang justru menyimpan pesan besar: tentang persaudaraan, tentang menjaga suasana, tentang Makassar yang tetap teduh di tengah riuh.

Ketua Umum Jokowi Mania (JOMAN), Andi Aswan, akhirnya kembali pulang kampung ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kepulangannya kali ini bertepatan dengan kehadiran mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Makassar untuk menghadiri acara partai.

Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel
Example 300x600
Iklan — Scroll Untuk Baca Artikel

Dalam agenda tersebut, Jokowi terlihat didampingi Andi Aswan. Nama Andi Aswan memang dikenal publik, kerap muncul di ruang-ruang media dan televisi, terutama saat menyampaikan pandangan yang membela Jokowi. Namun di Makassar, suasananya terasa berbeda: lebih personal, lebih dekat, seperti pulang ke rumah sendiri.

“Saya pulang kampung ke Makassar, sekaligus mendampingi Pak Jokowi dalam agenda beliau menghadiri acara partai. Tapi bagi saya, ini bukan sekadar kunjungan. Ini silaturahmi,” kata Andi Aswan.

Ia menuturkan, Makassar selalu punya cara sendiri untuk memeluk orang-orangnya kembali. Dan di tengah dinamika politik yang sering memanas, ia berharap pertemuan-pertemuan seperti ini justru menjadi pengingat bahwa persaudaraan tidak boleh kalah oleh perbedaan.

“Kita boleh beda pilihan, beda pandangan. Tapi jangan sampai kita kehilangan adab dan rasa kekeluargaan. Makassar ini rumah besar, kita semua keluarga,” ujarnya.

Di sela agenda, Andi Aswan juga menyempatkan diri bersilaturahmi dengan tokoh lokal. Salah satunya dengan Illank Radjab, Ketua Umum LASKAR Sulawesi Selatan (Lembaga Study Hukum dan Advokasi Rakyat), dalam suasana ngopi santai di kawasan Jalan AP Pettarani, Makassar.

Bagi Illank, pertemuan itu bukan sekadar temu tokoh. Ada cerita lama yang hidup kembali—seperti sahabat yang lama tak bertemu, lalu duduk satu meja tanpa perlu banyak kata pembuka.

“Saya sudah lama berteman dengan Andi Aswan. Jadi ini bukan pertemuan formal. Ini silaturahmi yang memang sudah lama terjalin,” kata Illank.

Ia menyebut, di Makassar, persahabatan bukan sekadar hubungan sosial, tapi ikatan batin. Karena itu, ruang dialog harus tetap dijaga, meski arah politik bisa berbeda.

“Kadang orang lupa, politik itu bisa berubah. Tapi persaudaraan tidak boleh ikut berubah. Kita harus jaga keteduhan, jaga komunikasi, jangan mudah terpancing,” ujarnya.

Illank menegaskan, LASKAR tetap berada pada jalur advokasi rakyat dan penegakan hukum yang berkeadilan. Namun baginya, menjaga suasana sosial tetap kondusif adalah bagian dari tanggung jawab bersama.

Di akhir pernyataannya, Illank menitip pesan budaya Bugis-Makassar yang terdengar seperti nasihat orang tua di meja makan: tegas, tapi penuh kasih.

“Sebagai orang Bugis-Makassar, kita diajarkan siri’ na pacce. Siri’ itu harga diri, pacce itu rasa peduli—rasa ikut menanggung beban saudara. Mari rawat Makassar dengan sipakatau, sipakalebbi, sipakainge—saling memanusiakan, saling menghormati, saling mengingatkan. Boleh keras dalam prinsip, tapi tetap lembut dalam cara,” tutupnya.

Di Makassar, kadang segelas kopi dan satu meja pertemuan bisa menjadi simbol yang lebih kuat dari seribu pidato: bahwa pulang kampung bukan hanya soal kembali ke tanah, tapi kembali ke rasa—rasa kekeluargaan yang tak boleh hilang.

Example 325x300
Example 120x600
Example 325x300